• Latest

Kisah Cinta Segitiga dan Agama Siti Khadija Menginspirasi Perempuan di film Merindu Cahaya di Amstel.

20 January, 2022
merupakan bagian dari inisiatif Vidio dalam memperkenalkan pendekatan brand baru bertajuk "Lebih Dari Hiburan".

Inilah Tiga Pemenang Kompetisi Film Vidio 2025

3 December, 2025
Creative Asia di JAFF 2025

Creative Asia di JAFF 2025

3 December, 2025
REEL LIFE Film Camp 2025

REEL LIFE Film Camp 2025: Sukses Besar, Membuka Jalan Baru bagi Talenta Film & Fotografi Lokal

3 December, 2025
ACFFEST 2025

ACFFEST 2025 & Pariwara Antikorupsi: Film, Kreativitas, dan Integritas Jadi Senjata

2 December, 2025
Review Film Rosa Luxemburg (1986)

Review Film Rosa Luxemburg (1986) – Biografi Emosional yang Elegan, Diputar di KinoFest 2025

2 December, 2025
Fantastic Four: First Steps Review

Fantastic Four: First Steps Review

30 November, 2025
Misteri Api Abadi: Mengenal Suku Mangkwan, Fire Clan Paling Gelap di Avatar: Fire and Ash (2025)

Misteri Api Abadi: Mengenal Suku Mangkwan, Fire Clan Paling Gelap di Avatar: Fire and Ash (2025)

30 November, 2025
Review Grüße vom Mars

Review Grüße vom Mars untuk Kino Fest 2025

30 November, 2025
George R.R. Martin & HBO Siapkan 5–6 Proyek Baru (Prekuel & Sekuel)

Game of Thrones Belum Tamat: George R.R. Martin & HBO Siapkan 5–6 Proyek Baru (Prekuel & Sekuel)

30 November, 2025
film VMS

Film-film VMS Tahun Ini

30 November, 2025
MAGMA Entertainment Buka Hari Pertama JAFF Market 2025 dengan “Future Slate Unveiling”

MAGMA Entertainment Buka Hari Pertama JAFF Market 2025 dengan “Future Slate Unveiling”

30 November, 2025
Review Wildcat (2025): Kate Beckinsale, Ibu Seru yang Bawa Hati, Aksi, dan Humor

Review Wildcat (2025): Kate Beckinsale, Ibu Seru yang Bawa Hati, Aksi, dan Humor

30 November, 2025
Review Wasiat Warisan Nuty Laraswaty

Review Wasiat Warisan

27 November, 2025
Review “Linda Linda Linda”

Review “Linda Linda Linda”

26 November, 2025
Review Köln 75 (Film Pembuka KinoFest 2025)

Review Köln 75 (Film Pembuka KinoFest 2025)

26 November, 2025
KinoFest 2025

KinoFest 2025

26 November, 2025
diprediksi menjadi bab paling matang dalam perjalanan Raditya Dika sebagai stand-up comedian.

“Cerita Anehku” Raditya Dika

26 November, 2025
Spotlight From the East – Festival Film Antikorupsi 2025

Spotlight From the East – Festival Film Antikorupsi 2025

25 November, 2025
Analisis Simbolisme Para Keeper di Film Keeper (2025)

Analisis Simbolisme Para Keeper di Film Keeper (2025)

25 November, 2025
Ghost in the shell

Review Ghost in the Shell (1995)

22 November, 2025
13 Days and 13 Nights

Review “13 Days and 13 Nights” – Thriller Nyata yang Ngena Banget di Emosi

22 November, 2025
Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi — Hanung Bramantyo Comeback

Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi — Hanung Bramantyo Comeback

22 November, 2025
Medan Film Festival (MFF)

Menyimak Medan Film Festival (MFF) Vol. 3 2025

22 November, 2025
The Voice of Hind Rajab Nuty Laraswaty

The Voice of Hind Rajab: Ketika Kamera Tak Berkutik di Hadapan Suara Kecil yang Tersesat di Tengah Perang

22 November, 2025
Seven Samurai Tayang di Japanese Film Festival 2025: Klasik yang Tetap Mengguncang Generasi Baru

Seven Samurai Tayang di Japanese Film Festival 2025: Klasik yang Tetap Mengguncang Generasi Baru

22 November, 2025
Setelah Jakarta, Japanese Film Festival 2025 Mampir ke Kota Bandung dan Padang!

Setelah Jakarta, Japanese Film Festival 2025 Mampir ke Kota Bandung dan Padang!

21 November, 2025
Agak Laen 2

“Agak Laen 2”: Humor Makin Nekat, Emosi Makin Kuat

21 November, 2025
Reza Rahadian dan Perjalanan Emosional di Balik Pangku

Reza Rahadian dan Perjalanan Emosional di Balik Pangku

21 November, 2025
Film Sampai Titik Terakhirmu dan Resonansi Emosinya di Penonton

Film Sampai Titik Terakhirmu dan Resonansi Emosinya di Penonton

21 November, 2025
Now you See Me

Review Now You See Me: Now You Don’t (2025)

13 November, 2025
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home

Kisah Cinta Segitiga dan Agama Siti Khadija Menginspirasi Perempuan di film Merindu Cahaya di Amstel.

review dari Mary Rizka

by Nuty Laraswaty
20 January, 2022
in Movie Review
235 18
0
Share on FacebookShare on Twitter

Diulas oleh  Mary Rizka

Merindu Cahaya de Amstel, sebuah film Indonesia yang berlatar di Belanda diataptasi dari novel karya Arumi E., mengisahkan seorang Wanita Belanda bernama Khadija Vennhoven yang menjadi seorang mualaf. Khadija bertemu dengan seorang juralis bernama Nicholas Van Djick, yang memotret Khadija tanpa sengaja, pertemuan mereka juga tanpa sengaja membuka sebuah hubungan persahabatan dan percintaan rumit antara keduanya.

Merindu Cahaya de Amstel

Film ini adalah hasil produksi Unlimited Production, Maxima Pictures, Imperial Pictures dan Dwi Abisatya Persada, disutradararai oleh Hadrah Daeng Ratu.

Film ini sangat mneyentuh hati dengan memberikan edukasi tentang perempuan, menjadi seorang pemeluk agama, dan hubungan manusia dengan Tuhan. Sutradara berhasil membawa unsur romansa dengan sangat baik, kedua tema ini dijahit rapih dan mampu mendorong pesan-pesan ini kepada penonton dengan baik tanpa terburu-buru.

Hadrah Daeng Ratu memiliki visual yang kuat sebagai sutradara, sebelumnya banyak menyutradarai film horror (Aku Tahu Kapan Kamu Mati, Jaga Pocong, Makmum: The Movie) dan komedi (Mars dan Venus), Hadrah sendiri berpengalaman menyutradarai seri web Assalamualaikum yang tayang di Video di tahun 2021.

Kali ini menghadirkan visual cantik dengan latar-latar tempat di Eropa membuat sinematografi yang indah.
Penampilan-penampilan para jejeran pemain juga tentu menjadi salah satu sentuhan menarik di dalam film ini.

Amanda Rawles yang baru saja lulus dari Dear Nathan, langsung mengambil peran yang berbeda dari karakter Salma. Mungkin para penonton akan merasakan perbedaan yang signifikan bila menonton film ini setelah baru menonton Dear Nathan: Thank You Salma.
Amanda Rawles berperan sebagai Khadija dengan aksen Belanda yang ia pelajari untuk karakter ini. kedewasaan kemampuan Rawles dalam seni peran semakin terlihat ketika ia menjadi Khadija.
Peran ini juga tidak mudah karena beberapa adegan yang cukup sulit saat film memerlihatkan kisah Khadija sebelum ia memilih menjadi seorang muslim.

Bryan Dormani juga memiliki peran yang cukup penting sebagai Nico. Nico terjebak dalam kisah cinta segitiga dengan Khadija dan Kamala (Rachel Amanda). Kedua aktor , Bryan Dormani dan Rawles memiliki hubungan yang romantis  di layar kaca. Mereka juga berhasil menggunakan aksen Belanda yang realistis dan tidak terasa dipalsukan. Bryan sebelumnya memerankan Raga di film Sin (2019) bersama Mawar Evan De Jongh.

Ridwan Remin juga menjadi sebuah highlight di film dengan menawarkan suasana komedi.
Remin berperan sebagai Joko, teman Nico yang bekerja di satu kantor berita dengannya dan juga orang Indonesia. Remin di sini sebagai karakter pembantu comic-relief, karena ketika suasana film yang begitu senduh dan serius, Joko tetap konsisten memberikan suasan ceria di dalam cerita. Tetapi karakter Remin sendiri dapat menjadi serius ketika dalam keadaannya memerlukannya, contohnya ketika Joko harus menegur Nico tentang alasannya ingin pindah agama.

Rachel Amanda sebelumnya juga bertemu dengan sutradara, Hadrah Daeng Ratu di seri Web Assalamualaikum, tetap membawa karakter yang polos dan sangat dekat dengan kehidupan beberapa perempuan yang mungkin belum dekat dan taat dengan agama mereka. Kamala di sini juga memiliki motivasi yang kuat untuk mempelajari arti menjadi seorang yang beragama dan berhasil membawa sisi emosional karakter.

Prespektif baru telah saya dapat setelah menonton film ini bahwa agama apapun itu tentunya sebenarnya perlu kita pahami sebelum kita memberi label kepada penganut agama tersebut.
Selain itu, bagaimana seorang perempuan dan hubungannya dengan Tuhan juga memperngaruhi aspek-aspek kehidupan perempuan dan bagaimana kita memandang hidup sebagai seseorang beragama. Film ini juga menyentuh sisi kehidupan seorang minoritas muslim yang hidup di negara mayoritas Nasrani. Aspek-aspek kompleks ini membuat film ini begitu menarik untuk di tonton. Aku sarankan juga untuk para penonton muslim dan non-islam karena walau cerita berfokus kepada agama islam, penonton non-muslim dapat memiliki prespektif baru setelah menonton film ini dan memahami teman-teman yang beragama berbeda dengan kita.

Editor : Nuty Laraswaty

Tags: Amanda RawlesBryan DormaniHadrah Daeng RatuMary RizkaMerindu Cahaya de AmstelRachel AmandaRidwan Remin
Previous Post

MAESTRO INDONESIA sudah dapat ditonton secara umum

Next Post

Review Film Aksi Ben & Jody

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

merupakan bagian dari inisiatif Vidio dalam memperkenalkan pendekatan brand baru bertajuk "Lebih Dari Hiburan".
Article

Inilah Tiga Pemenang Kompetisi Film Vidio 2025

3 December, 2025
Creative Asia di JAFF 2025
Article

Creative Asia di JAFF 2025

3 December, 2025
REEL LIFE Film Camp 2025
Article

REEL LIFE Film Camp 2025: Sukses Besar, Membuka Jalan Baru bagi Talenta Film & Fotografi Lokal

3 December, 2025
ACFFEST 2025
Documentary

ACFFEST 2025 & Pariwara Antikorupsi: Film, Kreativitas, dan Integritas Jadi Senjata

2 December, 2025
Review Film Rosa Luxemburg (1986)
Documentary

Review Film Rosa Luxemburg (1986) – Biografi Emosional yang Elegan, Diputar di KinoFest 2025

2 December, 2025
Fantastic Four: First Steps Review
Action

Fantastic Four: First Steps Review

30 November, 2025
Next Post

Review Film Aksi Ben & Jody

Bintang Expendables 4, Sylvester Stallone Hadir di Mola Living Live Jumat ini

Wawancara Spesial Dengan Pemeran Serial “Snowdrop”

merupakan bagian dari inisiatif Vidio dalam memperkenalkan pendekatan brand baru bertajuk "Lebih Dari Hiburan".
Article

Inilah Tiga Pemenang Kompetisi Film Vidio 2025

by Nuty Laraswaty
3 December, 2025
0

Film Vidio 2025 Vidio secara resmi mengumumkan tiga pemenang Kompetisi Film Vidio  dalam acara Public Lecture "Special Vidio Talks: Film Pendek: Laboratorium...

Read more

Creative Asia di JAFF 2025

REEL LIFE Film Camp 2025: Sukses Besar, Membuka Jalan Baru bagi Talenta Film & Fotografi Lokal

ACFFEST 2025 & Pariwara Antikorupsi: Film, Kreativitas, dan Integritas Jadi Senjata

Review Film Rosa Luxemburg (1986) – Biografi Emosional yang Elegan, Diputar di KinoFest 2025

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In