Film Vidio 2025
Vidio secara resmi mengumumkan tiga pemenang Kompetisi Film Vidio
dalam acara Public Lecture “Special Vidio Talks: Film Pendek: Laboratorium Loncatan Ide, Kreatif dan Cerita Masa Depan” di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025.
Ajang yang baru memasuki tahun pertamanya ini mendapat sambutan luar biasa, lebih dari 700 proposal ide film pendek masuk dari berbagai penjuru Indonesia dengan genre dan tema yang sangat beragam.
Pengumuman ini menandai babak baru komitmen Vidio dalam mendukung pertumbuhan sineas muda Indonesia melalui pendanaan produksi sekaligus pendampingan langsung dari para profesional industri film.
Inilah Tiga Pemenang Kompetisi Film Vidio 2025:

Tampak Pada Gambar: Tiga Pemenang Kompetisi Film Vidio 2025
1. MALAM INI KITA SEMUA KAPAL
Malam Ini Kita Semua Kapal adalah film komedi yang terinspirasi dari isu ramalan kiamat 2012, dilihat melalui sudut pandang anak kecil.
Proyek ini digarap oleh Fala Pratika (Produser & Penulis Naskah) yang sebelumnya membuat dokumenter pertamanya, The Other Daughter (2024), berpartisipasi di IDOC LAB, ditayangkan di Festival Film Dokumenter, dan akan berkompetisi di sejumlah festival internasional pada 2025.
Malam Ini Kita Semua Kapal turut disutradarai dan ditulis bersama Rizqullah Panggabean, sineas muda asal Tanjungpinang yang aktif dalam kolektif film Acah-Acah, karya-karyanya mendapat special mention di Kompetisi Film Begadang dan diputar di Minikino Film Week 2025, dengan fokus kreatif pada eksperimen dan cerita-cerita yang dekat dengan keseharian.
2. PENCURI MIMPI
Pencuri Mimpi memiliki konsep dystopian-mystery, dengan cerita yang mengomentari isu sosial saat ini.
Proyek ini disutradarai oleh Ayesha Alma Almera yang berasal dari Yogyakarta, telah menempuh perjalanan karier film melalui berbagai program inkubasi film internasional dan salah satu karya film nya telah menyabet Film Pendek Fiksi Terbaik di Festival Film Indonesia 2024.
Pencuri Mimpi turut diikuti oleh Sofhy Pratiwi sebagai Produser
memulai karier sejak tahun 2014 dengan aktif memproduksi sejumlah film pendek fiksi dan bekerja di balik layar untuk beberapa film layar lebar ternama seperti Autobiografi, 24 Jam Bersama Gaspar dan Malam Pencabut Nyawa.
Hasil karyanya yaitu SUINTRAH pun telah meraih berbagai penghargaan di Indonesia dan Internasional.
3. NASI
Nasi terinspirasi dari krisis pangan di Indonesia Timur pada 1970 an dan dikembangkan menjadi drama yang hangat.
Proyek ini disutradarai oleh Ester E. Umbu Kara yang meniti karier sebagai kreator dan penulis .
ia banyak mengeksplorasi isu pangan, budaya sampai komunitas lokal dan dua buku karyanya menjadi rujukan dalam kajian pangan lokal berbasis masyarakat.
Proyek Nasi ini turut diproduseri oleh Winner Wijaya
karya film nya telah diputar di lebih dari 10 negara dan meraih penghargaan seperti Best Short Documentary di Festival Film Dokumenter 2017 dan filmnya berjudul "NGGAK!!!" menjadi film Indonesia pertama yang terpilih di program Five Films for Freedom.
Kompetisi Film Vidio merupakan bagian dari inisiatif Vidio dalam memperkenalkan pendekatan brand baru bertajuk “Lebih Dari Hiburan”.
Pendekatan ini menjadi simbol langkah Vidio untuk tidak hanya menjadi platform tontonan, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi, pertumbuhan dan ekspresi kreatif bagi para pembuat film Indonesia.





































