Modual Nekad kembali hadir
Film ini membawa unsur humor slapstick di Indonesia, yang familiar dengan masyarakat , sehingga dengan mudah penonton pun tertawa bebas tanpa memperdulikan apakah ini benar atau tidak?

Namun sebelumnya, nampaknya mesti ditarik mundur dahulu, mengenai humor slaptick di Indonesia.
Humor slapstick di Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan kaya, dipengaruhi oleh budaya lokal dan internasional.
Selain Srimulat, ada juga grup lawak Warkop DKI yang terkenal dengan humor slapstick mereka.
Humor slapstick di Indonesia juga dipengaruhi oleh budaya Barat, seperti komedi slapstick Amerika yang dipopulerkan oleh Charlie Chaplin dan Laurel & Hardy.
Namun, humor slapstick Indonesia memiliki ciri khas yang unik, dengan penggunaan bahasa dan budaya lokal.
Saat ini, humor slapstick masih sangat populer di Indonesia, dengan banyak komedian dan grup lawak yang menggunakan humor slapstick dalam pertunjukan mereka.
Mari digali , lebih dalam lagi.

Perbedaan Humor Slapstick Indonesia dan Barat: Kenapa Cara Kita Tertawa Berbeda
Humor slapstick adalah komedi yang mengandalkan aksi fisik, situasi ekstrem, dan timing. Meski sama-sama bertujuan menghibur, slapstick Indonesia dan Barat berkembang dengan karakter yang sangat berbeda, dipengaruhi oleh budaya dan cara pandang masyarakatnya.
1. Budaya: Lokal vs Universal
Humor slapstick Indonesia sangat kental dengan:
-
bahasa lokal
-
logika sosial masyarakat
-
kebiasaan sehari-hari
Sementara slapstick Barat sejak era film bisu dirancang agar mudah dipahami lintas negara, bahkan tanpa dialog.
2. Aksi Fisik: Ekspresif vs Presisi
-
Indonesia: gerakan berlebihan, ekspresi tubuh kuat, gaya teatrikal
-
Barat: gerakan terukur, timing presisi, koreografi matang
Keduanya sama-sama ekstrem, hanya pendekatannya berbeda.
3. Dialog: Kuat di Verbal vs Visual
Slapstick Indonesia mengandalkan:
-
dialog lucu
-
plesetan
-
interaksi cepat
Slapstick Barat lebih mengutamakan cerita visual dan situasi, bahkan sering minim dialog.
4. Konsep Humor: Sosial vs Sistemik
-
Indonesia: humor lahir dari kekacauan sosial dan relasi manusia
-
Barat: humor sering menjadi kritik terhadap sistem, modernitas, dan kekuasaan
5. Tujuan: Hiburan Bersama vs Kritik
Humor slapstick Indonesia fokus menghibur dan menciptakan tawa kolektif.
Slapstick Barat selain menghibur, juga sering membawa pesan kritik sosial.
Kesimpulan
Pada film Modual Nekad, yang merupakan sekuel dari Modal Nekad Sutradara Imam Darto berhasil mempertahankan ciri khas humor absurd yang membuat penonton tertawa dari awal hingga akhir.
Penggunaan humor slapstick dalam film ini memang terasa familiar, seperti penggunaan kotoran hewan yang seakan menjadi trademark humor Indonesia.
Namun, bisa dikatakan dalam beberapa babak Imam Darto berhasil mengupgrade humor slapstick dengan menambahkan aksi perkelahian yang lebih intens dan cameo yang menarik.
Ini tentunya membuat film ini lebih variatif dan menghibur penontonnya.
Pertanyaan apakah humor slapstick dalam film ini pantas atau tidak, dapat dijawab dengan mempertimbangkan konteks dan tujuan humor.
Humor slapstick dalam film ini bertujuan untuk menghibur dan membuat penonton tertawa, bukan untuk menyinggung atau merendahkan.
Sehingga dengan berat hati , saya pun menyampaikan humor slapstick dalam film Modual Nekad dapat dianggap pantas dan berhasil dalam mencapai tujuannya.
Kelebihan Film Modual Nekad:
– Humor Absurd: Film ini menghadirkan humor absurd yang unik dan menghibur.
– Aksi Perkelahian: Aksi perkelahian yang intens dan menarik menambah keseruan film.
– Cameo Menarik: Cameo dari artis dan komedian terkenal membuat film ini lebih variatif dan menghibur
Kekurangan Film Modual Nekad:
– Pengulangan Humor: Penggunaan humor slapstick yang terasa familiar dapat membuat penonton merasa kurang baru.
– Kekurangan Plot: Plot film terasa kurang kuat dan terlalu fokus pada humor slapstick. Ini terlihat pada hubungan sebab akibat , dari korban pemerasan dengan alur cerita yang dihadirkan.
Terasa ada pemotongan dialog atau pemenghapusan suatu adegan yang bisa dikatakan menjadikan perbuatan terjadi.
Apakah unsur kejadian dalam rekaman, juga terjadi sehari-hari? Namun bukankah itu adalah akibat yang diakui sebagai satu kekhilafan dan bukanlah watak dari Omar (Surya Saputra).
Namun merasakan sendiri bagaimana reaksi penonton yang lebih beragam lagi dari penonton jika dibandingkan film yang pertama. Kemungkinan besar, film ini akan mendapatkan tempat tersendiri di hati penonton sekarang thaun 2025 dan nanti tahun 2026.
Sinopsis Modual Nekad
Modual Nekad melanjutkan perjalanan Saipul, Jamal, dan Marwan yang lagi-lagi harus menghadapi masalah hidup yang datang tak kenal ampun.
Jika dahulu drama pencurian TV yang bikin hidup mereka kacau balau di film pertama, kini muncul persoalan baru yang bikin mereka nggak punya pilihan selain melangkah lagi ke jalan yang penuh risiko.
Seiring konflik keluarga menajam dan tanggung jawab semakin besar, ketiga bersaudara ini kembali bergerak dalam rencana yang tentunya penuh kelucuan, salah langkah, dan keputusan instan yang terdengar benar, tapi ujungnya bikin masalah makin rumit.
Para Pemain
- Gading Marten sebagai Saipul
- Tarra Budiman sebagai Jamal
- Fatih Unru sebagai Marwan
- Kiki Narendra
- Rigen Rakelna sebagai Tono
- Ananta Rispo sebagai Toni
- Gisella Anastasia sebagai Gina
- Gempita Nora Marten sebagai Aisyah
- Sahila Hisyam sebagai Rosma
- Ananda Omesh sebagai Omesh
- Andre Taulany
- Ira Wibowo
- Surya Saputra sebagai Omar
- Sadana Agung
- Ismi Melinda
- Budi Ros sebagai Pak Husein
- Arief Didu





































