• Latest

Film Layla Majnun karya sutradara Monty Tiwa menggambarkan persahabatan dua negara

11 February, 2021
Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami

22 October, 2026
Review & Kritik Ah Girl: Ketika Sudut Pandang Anak Terasa Terlalu Dewasa

Review & Kritik Ah Girl: Ketika Sudut Pandang Anak Terasa Terlalu Dewasa

22 October, 2026
Main Belakang

Review Main Belakang: Berawal dari Lapangan Padel, Perselingkuhan Ini Malah Menyeret Dua Pasangan!

22 October, 2026
https://nutylaraswaty.com/review-beware-boiuna/

Review Beware BOIÚNA

21 October, 2026
Film Perayaan Pertama

Perayaan Pertama sebagai Film Drama Keluarga dengan Potensi Festival Sekaligus Peluang Menjangkau Penonton Bioskop Umum.

16 October, 2026
E:\Downloads\ROK Mission to ASEAN.png

Reawakened Man: Premis Menarik, tetapi Kok Terasa Familiar?

15 October, 2026
bandit

Bandit Pulang ke Indonesia Setelah Berkeliling Festival Dunia, Aku Ikut Senang sekaligus Penasaran

15 October, 2026
Review Hasut

Review Hasut: Ilya Sigma Buktikan Horor Tak Butuh Hantu untuk Membuat Penonton Ketakutan

14 October, 2026
Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

14 October, 2026
Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?

Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?

8 October, 2026
Little Blue and Little Yellow

Little Blue and Little Yellow Hadir di Indonesia, Bawa Cerita Persahabatan dan Penerimaan untuk Semua Usia

8 October, 2026
digger nuty laraswaty

Tom Cruise Tidak Berlari di Digger, Tapi Justru Itu yang Membuat Film Ini Menarik

8 October, 2026

Jakarta World Cinema 2026 Bawa Pemenang Cannes, Venice dan Berlinale Sekaligus, Ada Fjord hingga Inherit

8 October, 2026
Review Practical Magic: The Book of Magic, Sihirnya Klasik tapi Drama Keluarganya Masih Relate

Review Practical Magic: The Book of Magic, Sihirnya Klasik tapi Drama Keluarganya Masih Relate

8 October, 2026
Review Verity: Makin Dibaca, Makin Bingung Siapa yang Bohong

Review Verity 2026: Anne Hathaway dan Dakota Johnson Bikin Kita Bingung Siapa yang Sebenarnya Gila

8 October, 2026
Crawlers Bikin Saya Curiga Sama Semua Laba-Laba: Review Horor 2026 yang Jijik tapi Seru

Crawlers Bikin Saya Curiga Sama Semua Laba-Laba: Review Horor 2026 yang Jijik tapi Seru

8 October, 2026
Teaser Trailer Empat Musim Pertiwi Penuh Teka Teki

Setelah Nonton Empat Musim Pertiwi: Ketika Rumah, Keluarga, dan Indonesia Terasa Begitu Dekat

5 October, 2026
Niken di Beautiful Pain

Memilih Bersuara Saat Diminta Bungkam, Belajar Berani dari Niken di Beautiful Pain

5 October, 2026
TAZZA: THE SONG OF BEELZEBUB

Tazza 4 The Song of Beelzebub: Ketika Sahabat Jadi Musuh, Byun Yo Han dan Roh Jae Won Bertaruh Segalanya

2 October, 2026
Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

30 September, 2026
Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

30 September, 2026
Kuasa gelap 2

Nonton Screening Kuasa Gelap Perjanjian Darah di IMAX

29 September, 2026
Kuasa gelap 2

Kuasa Gelap 2 Pecah Rekor, Jadi Film Indonesia Pertama yang Tayang di IMAX dan 4DX

25 September, 2026
Ghost in the Cell

Gila Banget, Ghost in the Cell Kalahin Film Horor Dunia dan Juara di Amerika

24 September, 2026
Jakarta Film Week 2026

Jakarta Film Week 2026 Resmi Dibuka, Ada Premiere Film Indonesia Sampai Jalan ke Cannes

24 September, 2026
Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

24 September, 2026
Acha dan Darius

Semua Orang Salfok ke Red Carpet, Tapi Plot Twist Acha dan Darius Malah Bikin Netizen Emosi

24 September, 2026
Dalam Suka dan Dusta

Jangan Baper Dulu, Couple Goals Acha Septriasa dan Darius Sinathrya Ternyata Simpan Rahasia Paling Toxic Dalam Suka dan Dusta

24 September, 2026
Putri Jangan Gentayangan Lagi

Trailer Putri Jangan Gentayangan Lagi Bikin Merinding, Tayang 5 November 2026

23 September, 2026
FFI 2026 Buka Masterclass

Gak Perlu Sekolah Film, FFI 2026 Buka Masterclass Gratis di YouTube

23 September, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Interview

Film Layla Majnun karya sutradara Monty Tiwa menggambarkan persahabatan dua negara

by Nuty Laraswaty
11 February, 2021
in Interview, Uncategorized
248 8
0
Share on FacebookShare on Twitter

Layla Majnun adalah sebuah film karya sutradara Monty Tiwa , tayang di Netflix  tanggal 11 Februari 2021.

Layla Majnun

Dalam interview khusus dengan media. Cinemags diwakili oleh Nuty Laraswaty berkesempatan untuk berbincang-bincang dengan sutradara Monty Tiwa, para pemain Acha Septriasa, Reza Rahadian dan Baim Wong telah hadir secara virtual untuk memberikan gambaran lebih lanjut mengenai film ini.

Layla Majnun

Baca juga : 5 Alasan Layla Majnun Menjadi Tayangan Valentine Yang Tak Boleh Dilewatkan

Monty Tiwa menjelaskan terlebih dahulu serta mengkoreksi beberapa pemahaman yang selama ini keliru di masyarakat terkait legenda Layla Majnun, disambung penjelasan detil dari para pemeran utama mengenai beberapa hal yang menjadi ciri khas dan juga nafas film ini.

 

Simak rangkuman interview khusus ini, berikut ini.

Dikutip dari penjelasan Monty Tiwa bahwa film ini sebenarnya merupakan kerjasama budaya antara Indonesia dengan Azerbaijan. Saat itu duta besar Indonesia untuk Azerbaijan, Husnan Bey Fananie menginginkan adanya suatu kerjasama budaya yang dapat mendekatkan hubungan antara masyarakat kedua negara. Saat mengetahui bahwa penyair Nizami Ganjavi (sastrawan muslim Persia di abad kedua belas) yang menciptakan rangkaian puisi mengenai Layla dan Kais (disebut juga Majnun (gila dalam bahasa Indonesia)) adalah warga negara Azebaijan maka akhirnya disepakati akan dibuat film ini.

Dijelaskan lebih lanjut bahwa rangkaian puisi karya Nizami Ganjani ini diadaptasi oleh sastrawan di berbagai belahan dunia menjadi beragam bentuk, ada yang sebagai film, ada pula yang sebagai novel, dan dalam bentuk-bentuk lainnya.

Sebuah karya dunia ini dalam sejarahnya telah menjadi inspirasi budayawan-budayawan  di Indonesia antara lain  Marah Rusli dengan karyanya Siti Nurbaya, Buya Hamka dengan karyanya Tenggelamnya Kapal van Der Wijck.

 

Alur cerita dalam film ini sendiri merupakan adaptasi bebas, namun tidak boleh melanggar spirit dari cerita asli yang dikarang oleh Nizami Ganjavi

 

Kisah cinta dari hasil karya Nizami Ganjavi ini sendiri mengandung banyak tafsir di seluruh dunia, namun jika mengacu dari isi konten puisi-puisi tersebut,  banyak ahli yang mengungkapkan bahwa ini merupakan cinta yang mengandung banyak unsur sufistik.

Mengandung unsur cinta manusia terhadap Tuhan nya lalu manusia ke manusia, namun tentunya semua itu tak terlepas dari apa yang diyakini oleh Nizami Ganjavi yaitu manusia terhadap Tuhan nya dan sebaliknya. “Tidak mungkin kita dapat mencintai satu sama lain, jika kita tidak mencintai Sang Pencipta manusia yaitu Tuhan“.

Dalam film ini, Monty Tiwa mewakili menyampaikan bahwa semua menginginkan agar cerita ini dapat diterima oleh beragam kalangan penonton, sehingga tidak berani juga untuk terlalu menggali terlalu dalam sisi-sisi unsur sufistik tersebut. Alur cerita dalam film merupakan kisah cinta yang sederhana, bisa diterima dan dimengerti oleh penonton, tanpa menyalahi kaidah-kaidah original dari Nizami Ganjavi

layla Majnun

 

Reza Rahadian sendiri tertarik untuk bermain dalam film ini karena Layla Majnun merupakan sebuah karya klasik dan ia merasakan lagi sebuah tantangan untuk berakting sebagai Samir seorang berkewarganegaraan Azerbaijan, dan karakter ini tentunya baru kali ini ia perankan. Ia harus menggunakan bahasa lokal dan juga bahasa Indonesia dengan logat Azerbaijan.

Baik Reza Rahadian maupun Acha Septriasa sepakat menyampaikan rasa senangnya dapat kembali beradu akting bersama  dalam film klasik ini, terlebih lagi yang menyutradarai adalah Monty Tiwa. Acha Septriasa sendiri merasa bahwa judul film ini sendiri sudah “grand” , serta proses syutingnya juga akan dilakukan di negara asal karya asli ini diciptakan sehingga ia merasa tertantang dan penasaran untuk terlibat dalam pembuatan versi Indonesia nya.

Reza Rahadian melakukan pendalaman karakter dengan berbincang-bincang langsung dengan orang Azerbajian yang kebetulan berada di Indonesia, kemudian saat syuting yang dilakukan di kota Baku ,Azerbajian juga dapat berinteraksi langsung mendengarkan percakapan sehari-hari dengan bahasa Ibu mereka , serta mendengarkan secara langsung cara mereka melafalkan Bahasa Indonesia dengan dialek khas mereka.  Karakter Samir pun ia perankan secara manusiawi, lengkap dengan segala kekuatan dan kelemahannya.

Proses syuting dilakukan dari tanggal 1 November 2019 sampai dengan 12 Desember 2019 dengan menggunakan pemeran dari Indonesia, walaupun ada beberapa karakter yang mengharuskan menggunakan aktor Azerbaijan yang tinggal di Baku . Proses komunikasi juga berjalan lancar dikarenakan banyak pelajar di universitas setempat yang belajar bahasa dan budaya Indonesia

Baik Reza Rahadian maupun Acha Septriasa menyampaikan bahwa dengan banyaknya adegan pembacaan syair puisi  yang menggunakan bahasa baku , jika disampaikan dengan intonasi dan bahasa yang benar akan dapat menyampaikan makna yang dimaksud kepada penonton masa kini , dan hal ini dirasakan secara pribadi sebagai tantangan bagi mereka. Wah, tentunya adegan-adegan ini sangat menarik dan dinantikan bagi para penonton dan fans mereka berdua.

Nah, bagi yang ingin menyaksikan film Indonesia yang banyak mendapatkan perhatian dari warga negara Azerbaijan , sebagaimana termuat dalam kolom komentar pada you tube trailer film ini, dapat menontonnya mulai hari ini di Netflix.

 

Tags: Acha SeptriasaBaim WongLayla MajnunMonty TiwaNizami GanjaviREZA RAHADIAN
Previous Post

Rekomendasi Liburan Tahun Baru Imlek: 6 Drama Korea Bertema Keluarga

Next Post

#BERHENTIDIKAMU, Tayang Eksklusif di Disney+ Hotstar

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami
Article

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami

22 October, 2026
Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries
Article

Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

14 October, 2026
FFI 2026 Buka Masterclass
Article

Gak Perlu Sekolah Film, FFI 2026 Buka Masterclass Gratis di YouTube

23 September, 2026
Studi Perbandingan Cinemags Awards dengan Festival Film Tempo (FFT)
Article

Studi Perbandingan Cinemags Awards dengan Festival Film Tempo (FFT)

11 September, 2026
Lee Kwang Soo Ternyata Bukan Cuma Jago Ngelawak di Running Man!
Article

Lee Kwang Soo Ternyata Bukan Cuma Jago Ngelawak di Running Man!

9 July, 2026
Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki
Action

Netizen Salah Fokus!”, “Bukan Reza Rahadian, Justru Nama Ini yang Bikin Heboh”

9 July, 2026
Next Post

#BERHENTIDIKAMU, Tayang Eksklusif di Disney+ Hotstar

Serial Mary Kills People jadi viral?

YES DAY keluarkan trailer perdana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami
Article

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami

by Nuty Laraswaty
22 October, 2026
0

Kerja sama Indonesia dan Prancis untuk mengembangkan Museum Borobudur membuka peluang baru bagi wisata budaya. Pengunjung diharapkan tidak hanya menikmati...

Read more

Review & Kritik Ah Girl: Ketika Sudut Pandang Anak Terasa Terlalu Dewasa

Review Main Belakang: Berawal dari Lapangan Padel, Perselingkuhan Ini Malah Menyeret Dua Pasangan!

Review Beware BOIÚNA

Perayaan Pertama sebagai Film Drama Keluarga dengan Potensi Festival Sekaligus Peluang Menjangkau Penonton Bioskop Umum.

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In