• Latest
Eksklusif interview dengan Lee Sinje pemeran  Yun Ling , The Garden of Evening Mists

Eksklusif interview dengan Lee Sinje pemeran Yun Ling , The Garden of Evening Mists

1 October, 2022
Review Serial Hellbound

Review Serial Hellbound

27 May, 2026
Yeon Sang-ho

Yeon Sang-ho dan Evolusi Filmografi Zombie Korea

27 May, 2026
The Baronesses

The Baronesses Jadi Film Pembuka EoS: Komedi Belgia yang Hangat, Feminis, dan Penuh Kejutan

27 May, 2026
Ben Wheatley,Unexpect The Expected dalam Film Normal 2026

Ben Wheatley,Unexpect The Expected dalam Film Normal 2026

27 May, 2026
The Other Sister, Series Thriller

iQIYI Indonesia dan MAXstream TV Hadirkan The Other Sister, Series Thriller

25 May, 2026
Avatar: The Last Airbender Season 2, Kehadiran Toph Jadi Sorotan Besar Penggemar

Avatar: The Last Airbender Season 2, Kehadiran Toph Jadi Sorotan Besar Penggemar

22 May, 2026
Review Drama Korea Azure Spring

Review Drama Korea Azure Spring

21 May, 2026
Tom Clancy’s Jack Ryan : Ghost War Aksi Spionase Paling Intens

Tom Clancy’s Jack Ryan : Ghost War Aksi Spionase Paling Intens

21 May, 2026
Review dan Pendapat Film Sunshine Women’s Choir

Review dan Pendapat Film Sunshine Women’s Choir

20 May, 2026
Review Film Hokum (2026)

Review Film Hokum (2026)

20 May, 2026
Festival Kreasi 2026 Jadi Sorotan

Festival Kreasi 2026 Jadi Sorotan

19 May, 2026

Maxime Bouttier Jadi Pria Toxic Paling Dibenci? “Bercinta Dengan Maut” Langsung Ramai Dibicarakan Netizen

19 May, 2026
28 Kamera dan Syuting Tengah Malam, 402 Rumah Sakit Angker Korea Disebut Film Horor Paling Gila Tahun Ini

28 Kamera dan Syuting Tengah Malam, 402 Rumah Sakit Angker Korea Disebut Film Horor Paling Gila Tahun Ini

19 May, 2026
Review Gohan , Saat Kehidupan dilihat dari Sudut Pandang Hewan

Review Gohan , Saat Kehidupan dilihat dari Sudut Pandang Hewan

15 May, 2026
Citadel Musim 2

5 Alasan Citadel Musim 2 Jadi Serial Prime Video yang Lagi Viral dan Wajib Ditonton Tahun Ini

15 May, 2026
Apakah IdeaFest Masih Diperlukan di Iklim Industri Kreatif Indonesia Saat Ini?

Apakah IdeaFest Masih Diperlukan di Iklim Industri Kreatif Indonesia Saat Ini?

15 May, 2026
Indonesia Luncurkan Choix Goncourt edisi perdana: Tiga Belas Mahasiswa dari Tujuh Universitas Jadi Bagian Dialog Sastra Global    

Indonesia Luncurkan Choix Goncourt edisi perdana: Tiga Belas Mahasiswa dari Tujuh Universitas Jadi Bagian Dialog Sastra Global   

13 May, 2026
Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?

Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?

12 May, 2026
Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

12 May, 2026
Mengapa Film Gohan Begitu Dicintai Penonton?

Mengapa Film Gohan Begitu Dicintai Penonton?

12 May, 2026
Review Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”: Saat Keluarga Menjadi Penjaga Kenangan

Review Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”: Saat Keluarga Menjadi Penjaga Kenangan

12 May, 2026
Yang Lain Boleh Hilang

Gala Premiere Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan Tuai Reaksi Positif di TikTok dan Instagram

10 May, 2026
Sinopsis In the Grey dan Update Kabar Terbaru

Sinopsis In the Grey dan Update Kabar Terbaru

10 May, 2026
Badut Gendong Gelar Exclusive Screening untuk Fans Universe Qodrat

Badut Gendong Gelar Exclusive Screening untuk Fans Universe Qodrat

8 May, 2026
Next Step Studio 2026

4 Film Pendek Indonesia Tayang di Cannes 2026 melalui Next Step Studio 2026

7 May, 2026
Ketika Pernikahan Tidak Lagi Seimbang,Saat Pasangan “Kalah” oleh Keluarga Sendiri

Ketika Pernikahan Tidak Lagi Seimbang,Saat Pasangan Kalah oleh Keluarga Sendiri

7 May, 2026
Review The Bell: Panggilan untuk Mati

Review The Bell: Panggilan untuk Mati

7 May, 2026
Program Nonton Nonstop, Menyatukan Film dan Seri Young-Adult Dengan Komunitas Penggemarnya

Program Nonton Nonstop, Menyatukan Film dan Seri Young-Adult Dengan Komunitas Penggemarnya

6 May, 2026
Update Film Nobody Loves Kay – Kairi

Mengenal ONIC Esports dalam Film Nobody Loves Kay dibintangi Bima Azriel

6 May, 2026
Update Film Nobody Loves Kay – Kairi

Update Film Nobody Loves Kay – Kairi

6 May, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Interview
Eksklusif interview dengan Lee Sinje pemeran  Yun Ling , The Garden of Evening Mists

Eksklusif interview dengan Lee Sinje pemeran Yun Ling , The Garden of Evening Mists

by Nuty Laraswaty
1 October, 2022
in Interview
240 13
0
Share on FacebookShare on Twitter

Kali ini cinemags (Nuty Laraswaty) mewakili media Indonesia, berkesempatan untuk mewawancarai Lee Sinje, pemeran utama dari film The Garden of Evening Mists.

 

 

Berikut adalah ringkasan interviewnya:

 

Cinemags: Adegan manakah yang menurutmu sulit?

Lee Sinje : Semua adegan agak sulit karena karakter pada novelnya sangat kuat, bahkan alur ceritanyapun amat kuat, sehingga saya berpikir setelah membaca bukunya dan melihat penampilanku, ada perbendaan besar dari penampilan saya.

Apakah mereka menyukainya, ya sebaiknya mereka tidak membandingkan diri saya dengan karakter dalam novel tersebut. Ada banyak tekanan pula bagi saya saat memerankan karakter ini.

Saya sendiripun merasa kesulitan dan terus berpikir apakah dapat menyampaikan emosi karakter ini dengan baik , karena ini merupakan sebuah emosi yang berat, misalnya ada adegan dimana Yun Ling harus mengekspresikan amarahnya terhadap Aritomo di saat sedang berhubungan secara seksual, saya mendiskusikan hal ini dengan sutradara , ini adalah emosi yang sangat besar sekali, sutradara berupaya memberikan arahan kepada saya, namun saya masih tetap berpikir bagaimana cara mengekspresi emosi sebesar ini hanya dalam satu adegan, jadi untuk saya berupaya yang sebaik mungkin agar penonton dapat merasakan emosi besar tersebut.

Saya sendiri terkadang tidak dapat mengingat kembali apa yang saya lakukan, karena emosi itu mengalir dalam tubuhku dan membantuku saat berakting.

 

 

Cinemags: Apakah tantangan yang kamu rasakan selama proses syuting?

Lee Sinje  :Saya merasa bangga sekali terlibat dalam produksi film The Garden of Evening Mists  karena merupakan adaptasi dari novel yang sangat kuat dari pengarang Malaysia Tan Twan Eng yang dikenal luas. Ini kali pertama saya mengucapkan seluruh dialog dalam bahasa Inggris. Ini benar-benar tantangan buat saya, namun di lain kesempatan ini adalah kesempatan baik untuk saya melatih dan memberikan penonton sesuatu penampilan yang berbeda dari saya. Bagi saya bahasa adalah sesuatu yang sangat penting (tertawa) , jika saya dapat berbicara berbagai bahasa maka saya dapat dapat memberikan tantangan yang berbeda-beda saat memerankan sebuah karakter. Saya benar-benar merasa bahagia karena mendapatkan kesempatan ini terlibat dalam tim produksi internasional.

Saya banyak belajar dari mereka serta mengalami waktu yang sangat menyenangkan, mereka sangat penuh dengan kasih sayang, selama masa syuting kami mengalami banyak hal bersama dan saya merasa sebagai manusia dengan memori masa syuting dan saat berakting yang penuh kebahagiaan.

Lokasi syuting juga dilakukan di banyak tempat alami di Malaysia, lokasi ini sangat indah. Setiap hari saya bangun dan melihat lokasi ini, saya berharap agar saya dapat menetap di tempat ini selamanya (tertawa).

 

Cinemags :Apakah selama proses syuting, kamu sering berkomunikasi dengan  Sylvia Chang (Red:pemeran Yun Ling usia lanjut)? Akting yang kalian perankan sangat selaras sekali.

 Lee Sinje : Kami tidak begitu berkomunikasi antara satu dengan lainnya membahas mengenai karakter ini. Sutradara hanya meminta saya untuk merekam ucapan saya pada dialog yang harus diucapkan oleh Sylvia, karena Sylvia harus berlatih sedikit cara pengucapan aksen Malaysian British saya (tertawa) , jadi saya merekam pengucapan saya pada  dialognya dan sutradara memberikan kepada Sylvia, juga rekaman dialog saat saya bersama Abe Hiroshi  . Itu saja.

Namun penonton selalu mengatakan kami berdua sangat mirip, mungkin kemiripan kami bukan saja dari saat persiapan untuk syuting. Kami telah mengenal satu sama lain lebih dari dua puluh tahun. Sylvia adalah adalah aktris yang menemukan saya saat masih di bangku sekolah menengah atas di Malaysia, sehingga hubungan kami dekat . Bahkan sebelum ada rencana pembuatan film ini, banyak orang berkata bahwa cara saya berbicara mirip dengan Sylvia,kami berdua sangat mirip. Sedangkan kami berdua sama sekali tidak menyadari hal tersebut, hingga akhirnya saya menonton film tersebut dan terkaget-kaget melihat kemiripan tersebut. Jadi mungkin bisa dikatakan bahwa kami telah mempersiapkan peran ini, lebih dari dua puluh tahun (tertawa).

The Garden Of Evening Mist

Cinemags : Apakah kamu membaca buku untuk persiapan syuting film ini?

Lee Sinje   : Iya tentu, sebelum masa syuting saya membacanya. Pertama saya mendapatkan undangan untuk memerankan sebuah karakter dari novel , lalu mereka mengirimkan naskah untuk saya baca.

Setelah saya membaca naskah, saya menghabiskan waktu sebulan untuk membaca novel tersebut hingga selesai. Kemudian saya menuliskan beberapa bagian yang menurut saya tidak terdapat dalam naskah (tertawa).

Saya banyak melakukan penelitian sebelum bertemu dengan sutradara, sehingga saat saya bertemu dengan dirinya (tertawa) saya memiliki banyak sekali pertanyaan untuk didiskusikan bersama dirinya.

Saya juga menyarankan beberapa adegan yang terdapat dalam novel , untuk dimasukkan kedalam naskah. Diskusi ini berjalan dengan baik bahkan dia sependapat dengan saya.

Jadi saya benar-benar membaca keseluruhan isi novel dari awal hingga akhir.

 

Cinemags :Baik terima kasih atas waktunya .

Lee Sinje

Sumber foto : Applause Entertainment Limited dan HBO Asia

Baca juga :Review Film The Garden Of Evening Mists

Tags: Sylvia ChangTan Twan EngThe Garden of Evening Mist
Previous Post

4 Tipe ‘Bucin’ di Berbagai Film dan Serial Netflix

Next Post

Interview spesial dengan cast film Bucin (Whipped) bagian 1

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?
Article

Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

12 May, 2026
Next Step Studio 2026
Interview

4 Film Pendek Indonesia Tayang di Cannes 2026 melalui Next Step Studio 2026

7 May, 2026
Festival Film Horor 2025: Energi Mistis Kembali Menyapa Dunia Sinema Tanah Air
Article

Festival Film Horor 2025: Energi Mistis Kembali Menyapa Dunia Sinema Tanah Air

16 December, 2025
diprediksi menjadi bab paling matang dalam perjalanan Raditya Dika sebagai stand-up comedian.
Article

“Cerita Anehku” Raditya Dika

26 November, 2025
Reza Rahadian dan Perjalanan Emosional di Balik Pangku
Article

Reza Rahadian dan Perjalanan Emosional di Balik Pangku

21 November, 2025
Cast Film Pangku
Article

Interview Cast Film Pangku

29 October, 2025
Next Post

Interview spesial dengan cast film Bucin (Whipped) bagian 1

Park Bo-gum dan Park So-dam Sapa Penggemar Lewat Video

Swamp Thing tayang Eksklusif di Asia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Review Serial Hellbound
Article

Review Serial Hellbound

by Nuty Laraswaty
27 May, 2026
1

Serial Hellbound Hellbound merupakan serial Netflix yang terdiri dari 6 episode. Serial ini terbagi menjadi dua babak , yang saling berkaitan dan...

Read more

Yeon Sang-ho dan Evolusi Filmografi Zombie Korea

The Baronesses Jadi Film Pembuka EoS: Komedi Belgia yang Hangat, Feminis, dan Penuh Kejutan

Ben Wheatley,Unexpect The Expected dalam Film Normal 2026

iQIYI Indonesia dan MAXstream TV Hadirkan The Other Sister, Series Thriller

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In