• Latest
Dowajuseyo : Teror Urban Lintas Negara: Indonesia dan Korea Bertemu di Titik Ketakutan yang Sama

Dowajuseyo : Teror Urban Lintas Negara Indonesia dan Korea Bertemu di Titik Ketakutan yang Sama

18 December, 2025
Review Macam-Betool-Aja

Review AIU EO, Macam Betool Aja

29 January, 2026
ulasan shelter

Ulasan Shelter

29 January, 2026
MUSIK MILES FILMS: 30 Tahun Mendengar Terdengar

“MUSIK MILES FILMS: 30 Tahun Mendengar Terdengar”

27 January, 2026
Kafir Gerbang Sukma

Review Kafir Gerbang Sukma

24 January, 2026
Musikal Perahu Kertas dan Perjumpaan Ulang Kugy, Keenan di Panggung Teater

Musikal Perahu Kertas dan Perjumpaan Ulang Kugy, Keenan di Panggung Teater

24 January, 2026
Senin Harga Naik

Starvision Rilis Trailer dan Poster Senin Harga Naik, Tayang Lebaran 2026

21 January, 2026
Para Perasuk

Maudy Ayunda Rilis Lagu “Aku yang Engkau Cari”, OST Film Para Perasuk

21 January, 2026
Live Action 5 centimeters

Film 5 Centimeters Per Second Live Action Tayang di Bioskop Indonesia Mulai 30 Januari 2026

21 January, 2026
Tuhan Benarkah Kau Mendengarku

Review Film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? (TBKM)

21 January, 2026
5 Benang Merah Konflik Keluarga di WeTV Original Melindungimu Selamanya dan Crash Landing On You

5 Benang Merah Konflik Keluarga di WeTV Original Melindungimu Selamanya dan Crash Landing On You

21 January, 2026
Esok Tanpa Ibu

Review Film Esok Tanpa Ibu

21 January, 2026
Penerbangan Terakhir

Review Penerbangan Terakhir

13 January, 2026
Film Animasi Legendaris 5 Centimeters Per Second

Film Animasi Legendaris 5 Centimeters Per Second

13 January, 2026
Review Film Musuh dalam Selimut

Review Film Musuh dalam Selimut

13 January, 2026
Aplikasi VIU

Viu Resmi Luncurkan Viu Shorts, Tayangan Drama Vertikal Pendek untuk Penonton Mobile

13 January, 2026
Ulasan Suka Duka Tawa

Ulasan Suka Duka Tawa

8 January, 2026
Review We Bury the Dead dibintangi Daisy Ridley

Review We Bury the Dead dibintangi Daisy Ridley

8 January, 2026
Greenland: Migration (Greenland 2), Ketika Bertahan Hidup Tak Lagi Soal Selamat, Tapi Menjadi Manusia

Greenland: Migration (Greenland 2), Ketika Bertahan Hidup Tak Lagi Soal Selamat, Tapi Menjadi Manusia

7 January, 2026
Anaconda 2025 review

Review Anaconda (2025): Film “Horor Komedi” Ular Raksasa yang Konyol tapi Menghibur

6 January, 2026
The Hand That Rocks the Cradle

Kritik Feminis The Hand That Rocks the Cradle (2025)

5 January, 2026
Review Film The Housemaid (2025)

Review Film The Housemaid (2025)

1 January, 2026
Humor Slapstick Pada Modual Nekad , Jaminan Kamu Tertawa Ngakak

Humor Slapstick Pada Modual Nekad , Jaminan Kamu Tertawa Ngakak

23 December, 2025
VMS Studio Terbang Tinggi di 2026, Hadirkan Deretan Film Inovatif dari Penerbangan Terakhir hingga Laut Bercerita

VMS Studio Terbang Tinggi di 2026, Hadirkan Deretan Film Inovatif dari Penerbangan Terakhir hingga Laut Bercerita

16 December, 2025
Alur Dokumenter Arfan Sabran dalam Film Jodoh 3 Bujang

Alur Dokumenter Arfan Sabran dalam Film Jodoh 3 Bujang

16 December, 2025
Festival Film Horor 2025: Energi Mistis Kembali Menyapa Dunia Sinema Tanah Air

Festival Film Horor 2025: Energi Mistis Kembali Menyapa Dunia Sinema Tanah Air

16 December, 2025
The Carpenter's Son' Review

Apakah The Carpenter’s Son adalah Film Horor ?

13 December, 2025
Resmi! Paket Bundling HBO Max & Viu Kini Tersedia di Indonesia dengan Harga Lebih Hemat

Resmi! Paket Bundling HBO Max & Viu Kini Tersedia di Indonesia dengan Harga Lebih Hemat

9 December, 2025
Timur: Aksi Intens, Visual Brutal, dan Estetika Sinema

Film Timur: Aksi Intens, Visual Brutal,

8 December, 2025
merupakan bagian dari inisiatif Vidio dalam memperkenalkan pendekatan brand baru bertajuk "Lebih Dari Hiburan".

Inilah Tiga Pemenang Kompetisi Film Vidio 2025

3 December, 2025
Creative Asia di JAFF 2025

Creative Asia di JAFF 2025

3 December, 2025
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review Article
Dowajuseyo : Teror Urban Lintas Negara: Indonesia dan Korea Bertemu di Titik Ketakutan yang Sama

Dowajuseyo : Teror Urban Lintas Negara Indonesia dan Korea Bertemu di Titik Ketakutan yang Sama

by Nuty Laraswaty
18 December, 2025
in Article, Horror
240 15
0
Share on FacebookShare on Twitter

Terinspirasi Kisah Nyata, Film Horor Indonesia–Korea Tolong Saya! (Dowajuseyo) Angkat Teror Urban Lintas Negara

Industri film horor Asia kembali menghadirkan kolaborasi lintas negara yang menarik perhatian.

Film horor Indonesia–Korea Selatan berjudul Tolong Saya! (Dowajuseyo) hadir dengan pendekatan berbeda:

mengangkat teror urban yang terinspirasi dari kisah nyata dan pengalaman kolektif masyarakat dua negara yang sama-sama lekat dengan dunia mistis.

Menggabungkan atmosfer horor Asia Timur dan Asia Tenggara, Tolong Saya! (Dowajuseyo) tidak hanya menjual ketakutan visual, tetapi juga menghadirkan keresahan psikologis yang berakar dari realitas sosial dan kepercayaan lokal.

Teror Urban Lintas Negara: Indonesia dan Korea Bertemu di Titik Ketakutan yang Sama

Berbeda dari horor klasik tentang rumah angker atau hantu desa, Tolong Saya! (Dowajuseyo) mengambil latar ruang urban—apartemen, lorong sempit kota, lingkungan padat, dan ruang publik yang akrab dengan kehidupan modern.

Di Korea Selatan, urban legend berkembang dari kehidupan masyarakat kota yang padat, anonim, dan penuh tekanan.

Sementara di Indonesia, teror urban tumbuh dari pertemuan antara modernitas dan kepercayaan lama yang tidak pernah benar-benar hilang.

Film ini menyatukan dua perspektif tersebut, menunjukkan bahwa kota modern tidak sepenuhnya steril dari gangguan gaib—justru sering menjadi ruang baru bagi ketakutan yang lebih sunyi dan personal.

Pengaruh Kepercayaan Mistis terhadap Pola Pikir Masyarakat

Secara kultural, baik Indonesia maupun Korea Selatan memiliki hubungan kuat dengan dunia spiritual, meski diekspresikan dengan cara berbeda.

Di Indonesia, kepercayaan terhadap roh, arwah penasaran, dan makhluk tak kasatmata masih hidup berdampingan dengan kehidupan modern.

Mitos lokal, praktik spiritual, serta narasi turun-temurun membentuk cara masyarakat memahami kejadian di luar nalar.

Ketika sesuatu tak bisa dijelaskan secara logika, penjelasan mistis sering menjadi jawaban yang paling “masuk akal” secara kultural.

Di Korea Selatan, pengaruh shamanisme (mudang), kepercayaan arwah, dan ritual tradisional tetap hadir meski negara tersebut sangat maju secara teknologi. Banyak urban legend Korea lahir dari trauma sosial, tekanan hidup kota, hingga rasa keterasingan—yang kemudian diterjemahkan menjadi cerita horor psikologis.

Film Tolong Saya! (Dowajuseyo) memanfaatkan kesamaan ini: ketakutan kolektif yang berakar pada kepercayaan, rasa bersalah, dan trauma manusia, bukan sekadar makhluk menyeramkan.

Horor Berbasis Kisah Nyata: Ketakutan yang Terasa Lebih Dekat

Salah satu daya tarik utama film ini adalah klaimnya yang terinspirasi dari kisah nyata. Dalam horor Asia, pendekatan ini terbukti efektif karena:

  1. Membuat penonton merasa “ini bisa terjadi pada siapa saja”

  2. Mengaburkan batas antara mitos dan realitas

  3. Memperkuat rasa tidak aman setelah film selesai

Ketika horor terasa terlalu fantastis, penonton bisa menjaga jarak emosional.

Namun saat cerita terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari, rasa takut justru bertahan lebih lama.

Dengan mengusung teror urban lintas negara, pendekatan kisah nyata, dan akar budaya mistis yang kuat, film horor Indonesia–Korea Tolong Saya! (Dowajuseyo) berpotensi menjadi salah satu tontonan horor Asia yang membekas.

Di tengah dunia yang semakin rasional, horor justru menjadi ruang bagi manusia Asia untuk kembali berhadapan dengan hal-hal yang tak bisa dijelaskan—namun tetap dipercaya.

Tags: Film horor Indonesia Koreahoror AsiaHoror Indonesia terbaruHoror mistis IndonesiaTolong Saya!trauma yang tak pernah selesai
Previous Post

VMS Studio Terbang Tinggi di 2026, Hadirkan Deretan Film Inovatif dari Penerbangan Terakhir hingga Laut Bercerita

Next Post

Humor Slapstick Pada Modual Nekad , Jaminan Kamu Tertawa Ngakak

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Review Macam-Betool-Aja
Article

Review AIU EO, Macam Betool Aja

29 January, 2026
MUSIK MILES FILMS: 30 Tahun Mendengar Terdengar
Article

“MUSIK MILES FILMS: 30 Tahun Mendengar Terdengar”

27 January, 2026
Kafir Gerbang Sukma
Horror

Review Kafir Gerbang Sukma

24 January, 2026
Musikal Perahu Kertas dan Perjumpaan Ulang Kugy, Keenan di Panggung Teater
Article

Musikal Perahu Kertas dan Perjumpaan Ulang Kugy, Keenan di Panggung Teater

24 January, 2026
Senin Harga Naik
Article

Starvision Rilis Trailer dan Poster Senin Harga Naik, Tayang Lebaran 2026

21 January, 2026
Para Perasuk
Article

Maudy Ayunda Rilis Lagu “Aku yang Engkau Cari”, OST Film Para Perasuk

21 January, 2026
Next Post
Humor Slapstick Pada Modual Nekad , Jaminan Kamu Tertawa Ngakak

Humor Slapstick Pada Modual Nekad , Jaminan Kamu Tertawa Ngakak

Review Film The Housemaid (2025)

Review Film The Housemaid (2025)

The Hand That Rocks the Cradle

Kritik Feminis The Hand That Rocks the Cradle (2025)

Review Macam-Betool-Aja
Article

Review AIU EO, Macam Betool Aja

by Nuty Laraswaty
29 January, 2026
0

Film AIU EO, Macam Betool Aja menjadi salah satu karya komedi Indonesia yang patut diperhitungkan karena lahir dari semangat sineas...

Read more

Ulasan Shelter

“MUSIK MILES FILMS: 30 Tahun Mendengar Terdengar”

Review Kafir Gerbang Sukma

Musikal Perahu Kertas dan Perjumpaan Ulang Kugy, Keenan di Panggung Teater

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In