Film The Third Murder
Merupakan salah satu film dari Hirokazu Kore-eda, membahas mengenai lika liku persidangan serta strategi yang diterapkan.
Kunci pertama adalah babak pertama, adegan pertama itu adalah salah satu yang harus diperhatikan
Pergulatan pikiran yang harus diperhatikan seksama dalam film ini pada dua karakter ini:
- Pengacara Shigemori (Masharu Fukuyama), yang bertugas menjadi pembela terdakwa pelaku pembunuhan;
- Dengan terdakwa pelaku pembunuhan bernama Misumi (Kôji Yakusho).

Proses persidangan
Melalui alur penceritaan pengadilan, penonton dihadapkan pada proses biasa dalam kegiatan persidangan.
Itu meliputi pembuktian, tanya jawab yang nantinya akan berujung kepada sebuah putusan. Hasil putusan tersebut menentukan hukuman macam apa yang akan diterima.
Penonton juga dibawa ke dalam sudut pemikiran pengacara Shigemori yang kurang begitu antusias, bersama-sama dengan rekan sejawatnya dan jaksa penuntut.
Menetapkan strategi standar sesuai kesepakatan, agar putusan akhir pengadilan dapat tercapai sesuai kesepakatan.
Terlebih ia juga merasa ada beban, dengan keadaan dirinya yang harus menerima kehadiran Ayahnya sebagai hakim.
Namun sesuai pekerjaan, ia tetap berupaya menyelidiki kejadian yang terjadi, walaupun itu hanyalah standar prosedural belaka.
Semua berjalan tenang, hingga Misumi mengubah terus menerus pernyataan yang ia berikan.
Di satu sisi ia menyatakan ia bersalah dengan segala tuduhan, di lain waktu ia menyampaikan pernyataan yang berbeda lagi,.
Ini mengacaukan strategi yang telah disepakati sedari awal tersebut.
Momen Misumi dan Shigemori Menjadi Satu
Misumi juga berhasil menarik perhatian Shigemori, berdasarkan pernyataannya yang terus berubah-ubah tersebut.
Shigemori yang tadinya apatis, mendadak menjadi merasa tertantang untuk mengungkapkan kebenaran yang “baru”
Bukti-bukti bari dihadirkan, lengkap dengan potongan-potongan misteri dan bukti yang sengaja diberikan oleh Misumi.
Ia dengan kemampuan psikologisnya pun membuat Shigemori merasa menjadi sosok yang penting, saat diberikan informasi “krusial” setiap kali mereka berdua berjumpa.
Secara psikologis Misumi berhasil menghancurkan pertahanan Shigemori, saat kisah anak yang diperlakukan secara tidak senonoh oleh ayahnya disampaikan.
Sejak saat itu, Shigemori pun merasa harus membantu meluruskan perkara yang terjadi.
Ia pun mulai membayangkan adegan-adegan tertentu berdasarkan penyampaian informasi yang ia dengar.
Kesimpulan
Hirokazu Kore-eda sendiri berhasil menempatkan elemen perempuan asia yang diharapkan untuk tetap sesuai tuntutan masyarakat.
Pengorbanan yang umumnya dilakukan perempuan di Asia, menjadi semacam titik balik.
Menjadi elemen misteri dan kebimbangan penonton, apakah benar terjadi pembunuhan yang dilakukan oleh Misumi?
Atau apakah ada orang ketiga?
Ini merupakan sebuah cerita yang bagus, karena terdakwa memiliki kemampuan untuk mempermainkan pola pikir.
Saat penonton mulai mendalami fakta baru yang mengubah presepsi , lalu diberikan fakta / bukti baru , pikiran pun dengan rapih turut mengikuti apa yang disampaikan.
Film ini benar-benar mampu menyelami bagaimana proses persidangan serta kesepakatan , dapat menjadi hancur dikarenakan fakta/bukti baru tersebut.
Hingga di satu titik semua merasa lelah dan merasa sudah cukup, sehingga memutuskan secara paksa satu pendapat yang sesuai dengan peraturan kerja.
Misumi pun hadir dengan dialognya yang mengetuk pola pemikiran para insan pengadilan, yang ia sebut sebagai pihak-pihak yang tak dapat ia percaya.
Secara tegas ia mengklaim sebagai korban konpirasi kesepakatan sistem peradilan.
Ia pun juga menyebutkan bahwa semua pernyataannya, telah ia sampaikan dan diberikan pengarahan , bahwa hasil akhir akan berupa bentuk A, jika ia menyampaikan pernyataan B.
Ini semua menjelma sebagai sindirian sinis akan sitem pengadilan.
Akhir kisahnya pun yang menyerahkan pada penontonnya untuk menyimpulkan sendiri, kejadian yang sebenarnya terjadi
Namun bagi penulis, sebenarnya kuncinya ada pada babak pertama, adegan pertama.
Kemudian penulis juga menyukai, bagaimana proses pergulatan pikiran ini, diterapkan dalam sinematik yang indah.
Terutama bagian penyatuan wajah di cermin, seolah menggambarkan mereka berdua berada dalam pikiran yang sama.
| Sutradara | Hirokazu Kore-eda |
|---|---|
| Penulis | Hirokazu Kore-eda |
| Produksi | Matsuzaki Kaoru Taguchi Hijiri |
| Pemain | |
| Sinematography | Mikiya Takimoto |
| Diedit | Hirokazu Kore-eda |
| Musik | Ludovico Einaudi |
|
PH
|
Dapat ditonton di Klik Film







































