Love at First Lie
Judul film ini ternyata banyak dipakai sebagai judul dari beberapa negara dengan rentang tahun berbeda.
Namun untuk menemukan film yang penulis maksudkan , dengan cara menambahkan kata kunci sutradara Patrick Kong
Jika kamu penyuka film drama percintaan bernuansa akhir cerita yang tragis, atau tipe tak berakhir dengan baik. Maka film ini dijamin akan menjadi salah satu list yang akan dikejar untuk ditonton.
Begitu pula jika , kamu penggemar pemain utama film ini yaitu Mandy Tam dan Edward Chen. Maka kolaborasi mereka berdua, sayang jika dilewatkan.
Ini adalah kisah percintaan yang sederhana, dengan alur kisah yang intinya sudah sering diceritakan. Namun dengan kehadiran dua aktor ini membuat penontonnya rela menonton hingga selesai.

Sinopsis singkat
Alkisah, di suatu musim panas itu, Bo (Mandy Tam), seorang gadis ceria dan baik hati yang tinggal di Fa Yuen Street di Mong Kok, bertemu dengan Edward (Edward Chen).
Edward merupakan sosok pemuda kaya yang memiliki hubungan tidak harmonis dengan ayahnya.
Ia merasa Ayahnya telah membunuh Ibu kandungnya dan kepulangannya adalah karena Ayahnya mau menikah lagi.
Dalam perjalanannya ia juga menemukan bahwa pacarnya telah mengkhianatinya.
Serasa runtuh dunianya, ia pun melakukan pembalasan dendam pertamanya .
Edward mempekerjakan Bo dan temannya Keung (Leung Chung Hang) untuk menghancurkan pernikahan ayahnya.
Setelah urusan balas dendam yang kekanak-kanakan ini terlaksana, penontonpun dibawa ke inti cerita melalui babak-babak selanjutnya.
Inilah momen dimana Bo dan Edward tertarik satu sama lain dan mulai berkencan.
Tanpa mereka sadari, mereka merasakan jatuh cinta secara mendalam.
Namun bukanlah film yang mengumbar kesedihan, jika tidak ada halangan.
Mendadak Edward menghilang , saat kembali ia mengejutkan Bo dengan pernyataannya yang sangat menyakitkan hati Bo
Impian bahwa mereka berdua dapat mempertahankan cinta selama-lamanya, rupanya tak lebih hanya sekadar jargon belaka.
Atau apakah benar seperti itu?
Review singkat
Dialog yang meyatakan bahwa seseorang akan memaafkan orang yang dicintainya, nampaknya menjadi kunci sang sutradara.
Edward ternyata memiliki rahasia tersendiri, dan ia tak ingin Bo menderita. Hingga ia rela menyakiti perasaan Bo.
Disini penulis pun berpikir, nampaknya ini pemikiran yang salin bertolak belakang, dan ujung-ujung nya akan berakhir tragis.
Namun mengapa tetap dilakukan?
Bo sendiri merasa harga dirinya dilukai, hingga juga menyakiti perasaannya sendiri dengan melakuan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu.
Jadi ini perasaan saling mencintai, tapi saling menyakiti satu sama lain maupun diri sendiri , atas nama cinta?
Kritik film
Melalui alur penceritaan yang terasa meloncat-loncat, penonton yang telah terbiasa dengan pola cerita sedih semacam ini pun faham.
Namun jika ini merupakan jenis penonton yang baru pertama kali menonton film semacam ini, pasti akan merasa agak bingung.
Bagaimana tidak, rasa sakit dan rasa cinta dicampur baurkan , seolah menjadi satu perasaan yang sama.
Jika seseorang sudah merasakan sakitnya patah hati atau kejamnya kehidupan percintaan, dengan segera memahami alur kisahnya.
Namun jika belum pernah, tentunya akan merasakan hal absurd yang diberikan oleh penulis ceritanya.
Film ini dapat ditonton di Klik Film







































