• Latest

PRESIDEN MENYAMBUT BAIK USULAN PENYELAMATAN INDUSTRI PERFILMAN NASIONAL YANG DIAJUKAN PELAKU INDUSTRI

10 March, 2021
Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami

22 October, 2026
Review & Kritik Ah Girl: Ketika Sudut Pandang Anak Terasa Terlalu Dewasa

Review & Kritik Ah Girl: Ketika Sudut Pandang Anak Terasa Terlalu Dewasa

22 October, 2026
Main Belakang

Review Main Belakang: Berawal dari Lapangan Padel, Perselingkuhan Ini Malah Menyeret Dua Pasangan!

22 October, 2026
https://nutylaraswaty.com/review-beware-boiuna/

Review Beware BOIÚNA

21 October, 2026
Film Perayaan Pertama

Perayaan Pertama sebagai Film Drama Keluarga dengan Potensi Festival Sekaligus Peluang Menjangkau Penonton Bioskop Umum.

16 October, 2026
E:\Downloads\ROK Mission to ASEAN.png

Reawakened Man: Premis Menarik, tetapi Kok Terasa Familiar?

15 October, 2026
bandit

Bandit Pulang ke Indonesia Setelah Berkeliling Festival Dunia, Aku Ikut Senang sekaligus Penasaran

15 October, 2026
Review Hasut

Review Hasut: Ilya Sigma Buktikan Horor Tak Butuh Hantu untuk Membuat Penonton Ketakutan

14 October, 2026
Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

14 October, 2026
Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?

Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?

8 October, 2026
Little Blue and Little Yellow

Little Blue and Little Yellow Hadir di Indonesia, Bawa Cerita Persahabatan dan Penerimaan untuk Semua Usia

8 October, 2026
digger nuty laraswaty

Tom Cruise Tidak Berlari di Digger, Tapi Justru Itu yang Membuat Film Ini Menarik

8 October, 2026

Jakarta World Cinema 2026 Bawa Pemenang Cannes, Venice dan Berlinale Sekaligus, Ada Fjord hingga Inherit

8 October, 2026
Review Practical Magic: The Book of Magic, Sihirnya Klasik tapi Drama Keluarganya Masih Relate

Review Practical Magic: The Book of Magic, Sihirnya Klasik tapi Drama Keluarganya Masih Relate

8 October, 2026
Review Verity: Makin Dibaca, Makin Bingung Siapa yang Bohong

Review Verity 2026: Anne Hathaway dan Dakota Johnson Bikin Kita Bingung Siapa yang Sebenarnya Gila

8 October, 2026
Crawlers Bikin Saya Curiga Sama Semua Laba-Laba: Review Horor 2026 yang Jijik tapi Seru

Crawlers Bikin Saya Curiga Sama Semua Laba-Laba: Review Horor 2026 yang Jijik tapi Seru

8 October, 2026
Teaser Trailer Empat Musim Pertiwi Penuh Teka Teki

Setelah Nonton Empat Musim Pertiwi: Ketika Rumah, Keluarga, dan Indonesia Terasa Begitu Dekat

5 October, 2026
Niken di Beautiful Pain

Memilih Bersuara Saat Diminta Bungkam, Belajar Berani dari Niken di Beautiful Pain

5 October, 2026
TAZZA: THE SONG OF BEELZEBUB

Tazza 4 The Song of Beelzebub: Ketika Sahabat Jadi Musuh, Byun Yo Han dan Roh Jae Won Bertaruh Segalanya

2 October, 2026
Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

30 September, 2026
Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

30 September, 2026
Kuasa gelap 2

Nonton Screening Kuasa Gelap Perjanjian Darah di IMAX

29 September, 2026
Kuasa gelap 2

Kuasa Gelap 2 Pecah Rekor, Jadi Film Indonesia Pertama yang Tayang di IMAX dan 4DX

25 September, 2026
Ghost in the Cell

Gila Banget, Ghost in the Cell Kalahin Film Horor Dunia dan Juara di Amerika

24 September, 2026
Jakarta Film Week 2026

Jakarta Film Week 2026 Resmi Dibuka, Ada Premiere Film Indonesia Sampai Jalan ke Cannes

24 September, 2026
Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

24 September, 2026
Acha dan Darius

Semua Orang Salfok ke Red Carpet, Tapi Plot Twist Acha dan Darius Malah Bikin Netizen Emosi

24 September, 2026
Dalam Suka dan Dusta

Jangan Baper Dulu, Couple Goals Acha Septriasa dan Darius Sinathrya Ternyata Simpan Rahasia Paling Toxic Dalam Suka dan Dusta

24 September, 2026
Putri Jangan Gentayangan Lagi

Trailer Putri Jangan Gentayangan Lagi Bikin Merinding, Tayang 5 November 2026

23 September, 2026
FFI 2026 Buka Masterclass

Gak Perlu Sekolah Film, FFI 2026 Buka Masterclass Gratis di YouTube

23 September, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Press Release

PRESIDEN MENYAMBUT BAIK USULAN PENYELAMATAN INDUSTRI PERFILMAN NASIONAL YANG DIAJUKAN PELAKU INDUSTRI

by Nuty Laraswaty
10 March, 2021
in Press Release
243 10
1
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, 10 MARET 2021

Presiden Joko Widodo menerima dan menyambut baik permintaan para pelaku industri film
untuk menyelamatkan industri film dari hulu sampai hilir yang terkena dampak yang sangat
besar akibat pandemi yang sudah berlangsung selama satu tahun ini yang menyebabkan
beberapa di antaranya tumbang dan selebihnya segera menyusul jika tidak segera mendapatkan
pertolongan.

Para pelaku industri film yang terdiri dari produser film, sutradara, aktor, pemilik bioskop, dan
pengurus asosiasi serta Badan Perfilman Indonesia mengajukan 5 permintaan ke pemerintah,
yaitu: Stimulus untuk distribusi film lewat dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan
mekanisme yang transparan, kampanye “Kembali Menonton di Bioskop” berkoordinasi dengan
Kementrian Kesehatan dan Satgas Covid-19 untuk menghilangkan stigma negatif menonton
bioskop di kala pandemi, keringanan pajak hiburan atas bisnis film Indonesia, langkah cepat,
nyata, dan tegas memberantas pembajakan film, dan percepatan vaksinasi bagi para pekerja
industri film.

Presiden Joko Widodo meminta langkah konkret pemetaan stimulus dan rancangan
penyebarannya yang dapat dipertanggungjawabkan. Presiden menyatakan akan segera
berkoordinasi dengan kementerian-kementerian terkait untuk menyusun paket stimulus seraya
terus berkomunikasi dengan pelaku industri seiring dengan usaha penanggulangan Covid-19,
vaksinasi, dan pemulihan ekonomi nasional.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang juga hadir pada kesempatan tersebut
mengatakan bahwa kementriannya akan melakukan sertifikasi CHSE (singkatan dari Cleanliness
(kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keselamatan) and Environmental sustainability
(pelestarian lingkungan) (CHSE)) untuk bioskop seperti yang dilakukan di sektor pariwisata
lainnya untuk meyakinkan penonton. Pemerintah Pusat juga akan berkoordinasi dengan
Pemerintah Daerah untuk mulai melakukan pembukaan bioskop-bioskop di area kuning yang
belum dibuka.

Untuk menangani pembajakan, Presiden Joko Widodo akan segera membuat satuan kerja yang
merupakan gabungan antara Kepolisian Republik Indonesia, Kementrian Komunikasi dan
Informatika, dan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Untuk vaksinasi, Menteri Sandiaga Uno sedang dilakukan pendataan hingga 14 Maret 2021
berkoordinasi dengan Badan Pefilman Indonesia (BPI) dan vaksinasi bisa dimulai mulai awal April
2021.

“Segenap pekerja film berterima kasih atas respon cepat Bapak Presiden, Menparekraf, dan
jajaran Kabinet Indonesia Maju. Semoga setiap langkah konkret koordinasi pemerintah pusat,
daerah, dan pelaku industri akan mengembalikan film Indonesia kembali berjaya di bioskop dan
menempati hati penonton tercintanya. Bagi kami film Indonesia adalah bakti kami untuk negeri
dan kami siap bekerjasama serta menyiapkan langkah konkret dan strategi yang matang bersama
pemerintah.”, kata Chand Parwez selaku ketua Badan Perfilman Indonesia.

Industri perfilman Indonesia yang sebelum pandemi menduduki peringkat sepuluh dunia sebagai
pasar film terbesar di dunia dengan nilai sebesar 500 juta dollar AS di akhir tahun 2019,
menderita penurunan sebesar 97 persen di kala pandemi sepanjang tahun 2020.

Sejak dibukanya Daftar Negatif Investasi di bidang perfilman di tahun 2016, perfilman Indonesia
memasuki era baru dengan jumlah penonton yang terus meningkat dari tahun ke tahun, dengan
pertumbuhan sebesar 20 persen per tahun selama 4 tahun terakhir sebelum pandemi. Industri
Perfilman Indonesia adalah industri yang menopang perekonomian Indonesia secara signifikan
dengan lebih dari 50.000 tenaga kerja di subsektor film, animasi, video di tahun 2019, dan lebih
dari 2.500 jumlah usaha. Kontribusi industri film Indonesia ke GDP sebesar 15 triliun di tahun
2019.

Bioskop yang berkontribusi atas 90 persen sumber pendapatan distribusi film Indonesia
semenjak Maret 2020 telah ditutup sementara dan hingga saat ini masih terdapat lebih dari 50
persen lokasi bioskop di tanah air yang belum diizinkan untuk beroperasi kembali. Hal ini tentu
menimbulkan stigma negatif di mata masyarakat untuk kembali menonton di bioskop saat sudah
diberlakukan pelonggaran atas pembatasan tempat-tempat umum seperti restoran dan tempat
rekreasi lainnya.

Berbagai studi internasional menunjukkan bahwa sampai saat ini bioskop dianggap relatif aman
untuk dikunjungi karena para pelaku usaha bioskop melakukan protokol kesehatan.

Jade Flinn, anggota fakultas dari John Hopkins Medicine menyatakan, “Semua orang menghadap
arah yang sama, hal tesebut membantu mengurangi penyebaran virus COVID-19”. Pernyataan
serupa juga dikeluarkan oleh Profesor Budi Haryanto, Ketua Satgas Pengendalian Covid-19 dari
Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), yang menerangkan, “Sebenarnya risiko
penyebaran dalam bioskop lebih kecil kalau dibandingkan dengan restoran. Kita tahu, sampai
sekarang tidak banyak yang menunjukkan terjadinya kluster baru dari restoran.”

Di samping itu, sistem sirkulasi dan ventilasi udara di bioskop telah didesain sedemikian rupa
untuk tetap memasukkan udara segar ke dalam ruangan bioskop. Terlebih lagi, bioskop telah
dilengkapi dengan sistem sirkulasi canggih seperti HEPA filter seperti di pesawat udara dan
sebagian bioskop bahkan dilengkapi dengan sistem disinfeksi UV-C light untuk semakin
membersihkan udara di lingkungan bioskop.

Presiden Joko Widodo menerima dan menyambut baik permintaan para pelaku industri film
untuk menyelamatkan industri film dari hulu sampai hilir yang terkena dampak yang sangat
besar akibat pandemi yang sudah berlangsung selama satu tahun ini yang menyebabkan
beberapa di antaranya tumbang dan selebihnya segera menyusul jika tidak segera mendapatkan
pertolongan.

Para pelaku industri film yang terdiri dari produser film, sutradara, aktor, pemilik bioskop, dan
pengurus asosiasi serta Badan Perfilman Indonesia mengajukan 5 permintaan ke pemerintah,
yaitu: Stimulus untuk distribusi film lewat dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan
mekanisme yang transparan, kampanye “Kembali Menonton di Bioskop” berkoordinasi dengan
Kementrian Kesehatan dan Satgas Covid-19 untuk menghilangkan stigma negatif menonton
bioskop di kala pandemi, keringanan pajak hiburan atas bisnis film Indonesia, langkah cepat,
nyata, dan tegas memberantas pembajakan film, dan percepatan vaksinasi bagi para pekerja
industri film.

Presiden Joko Widodo meminta langkah konkret pemetaan stimulus dan rancangan
penyebarannya yang dapat dipertanggungjawabkan. Presiden menyatakan akan segera
berkoordinasi dengan kementerian-kementerian terkait untuk menyusun paket stimulus seraya
terus berkomunikasi dengan pelaku industri seiring dengan usaha penanggulangan Covid-19,
vaksinasi, dan pemulihan ekonomi nasional.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang juga hadir pada kesempatan tersebut
mengatakan bahwa kementriannya akan melakukan sertifikasi CHSE (singkatan dari Cleanliness
(kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keselamatan) and Environmental sustainability
(pelestarian lingkungan) (CHSE)) untuk bioskop seperti yang dilakukan di sektor pariwisata
lainnya untuk meyakinkan penonton. Pemerintah Pusat juga akan berkoordinasi dengan
Pemerintah Daerah untuk mulai melakukan pembukaan bioskop-bioskop di area kuning yang
belum dibuka.

Untuk menangani pembajakan, Presiden Joko Widodo akan segera membuat satuan kerja yang
merupakan gabungan antara Kepolisian Republik Indonesia, Kementrian Komunikasi dan
Informatika, dan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Untuk vaksinasi, Menteri Sandiaga Uno sedang dilakukan pendataan hingga 14 Maret 2021
berkoordinasi dengan Badan Pefilman Indonesia (BPI) dan vaksinasi bisa dimulai mulai awal April
2021.

“Segenap pekerja film berterima kasih atas respon cepat Bapak Presiden, Menparekraf, dan
jajaran Kabinet Indonesia Maju. Semoga setiap langkah konkret koordinasi pemerintah pusat,
daerah, dan pelaku industri akan mengembalikan film Indonesia kembali berjaya di bioskop dan
menempati hati penonton tercintanya. Bagi kami film Indonesia adalah bakti kami untuk negeri
dan kami siap bekerjasama serta menyiapkan langkah konkret dan strategi yang matang bersama
pemerintah.”, kata Chand Parwez selaku ketua Badan Perfilman Indonesia.

Industri perfilman Indonesia yang sebelum pandemi menduduki peringkat sepuluh dunia sebagai
pasar film terbesar di dunia dengan nilai sebesar 500 juta dollar AS di akhir tahun 2019,
menderita penurunan sebesar 97 persen di kala pandemi sepanjang tahun 2020.

Sejak dibukanya Daftar Negatif Investasi di bidang perfilman di tahun 2016, perfilman Indonesia
memasuki era baru dengan jumlah penonton yang terus meningkat dari tahun ke tahun, dengan
pertumbuhan sebesar 20 persen per tahun selama 4 tahun terakhir sebelum pandemi. Industri
Perfilman Indonesia adalah industri yang menopang perekonomian Indonesia secara signifikan
dengan lebih dari 50.000 tenaga kerja di subsektor film, animasi, video di tahun 2019, dan lebih
dari 2.500 jumlah usaha. Kontribusi industri film Indonesia ke GDP sebesar 15 triliun di tahun
2019.

Bioskop yang berkontribusi atas 90 persen sumber pendapatan distribusi film Indonesia
semenjak Maret 2020 telah ditutup sementara dan hingga saat ini masih terdapat lebih dari 50
persen lokasi bioskop di tanah air yang belum diizinkan untuk beroperasi kembali. Hal ini tentu
menimbulkan stigma negatif di mata masyarakat untuk kembali menonton di bioskop saat sudah
diberlakukan pelonggaran atas pembatasan tempat-tempat umum seperti restoran dan tempat
rekreasi lainnya.

Berbagai studi internasional menunjukkan bahwa sampai saat ini bioskop dianggap relatif aman
untuk dikunjungi karena para pelaku usaha bioskop melakukan protokol kesehatan.

Jade Flinn, anggota fakultas dari John Hopkins Medicine menyatakan, “Semua orang menghadap
arah yang sama, hal tesebut membantu mengurangi penyebaran virus COVID-19”. Pernyataan
serupa juga dikeluarkan oleh Profesor Budi Haryanto, Ketua Satgas Pengendalian Covid-19 dari
Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), yang menerangkan, “Sebenarnya risiko
penyebaran dalam bioskop lebih kecil kalau dibandingkan dengan restoran. Kita tahu, sampai
sekarang tidak banyak yang menunjukkan terjadinya kluster baru dari restoran.”

Di samping itu, sistem sirkulasi dan ventilasi udara di bioskop telah didesain sedemikian rupa
untuk tetap memasukkan udara segar ke dalam ruangan bioskop. Terlebih lagi, bioskop telah
dilengkapi dengan sistem sirkulasi canggih seperti HEPA filter seperti di pesawat udara dan
sebagian bioskop bahkan dilengkapi dengan sistem disinfeksi UV-C light untuk semakin
membersihkan udara di lingkungan bioskop.

Presiden Joko Widodo menerima dan menyambut baik permintaan para pelaku industri film
untuk menyelamatkan industri film dari hulu sampai hilir yang terkena dampak yang sangat
besar akibat pandemi yang sudah berlangsung selama satu tahun ini yang menyebabkan
beberapa di antaranya tumbang dan selebihnya segera menyusul jika tidak segera mendapatkan
pertolongan.

Para pelaku industri film yang terdiri dari produser film, sutradara, aktor, pemilik bioskop, dan
pengurus asosiasi serta Badan Perfilman Indonesia mengajukan 5 permintaan ke pemerintah,
yaitu: Stimulus untuk distribusi film lewat dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan
mekanisme yang transparan, kampanye “Kembali Menonton di Bioskop” berkoordinasi dengan
Kementrian Kesehatan dan Satgas Covid-19 untuk menghilangkan stigma negatif menonton
bioskop di kala pandemi, keringanan pajak hiburan atas bisnis film Indonesia, langkah cepat,
nyata, dan tegas memberantas pembajakan film, dan percepatan vaksinasi bagi para pekerja
industri film.

Presiden Joko Widodo meminta langkah konkret pemetaan stimulus dan rancangan
penyebarannya yang dapat dipertanggungjawabkan. Presiden menyatakan akan segera
berkoordinasi dengan kementerian-kementerian terkait untuk menyusun paket stimulus seraya
terus berkomunikasi dengan pelaku industri seiring dengan usaha penanggulangan Covid-19,
vaksinasi, dan pemulihan ekonomi nasional.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang juga hadir pada kesempatan tersebut
mengatakan bahwa kementriannya akan melakukan sertifikasi CHSE (singkatan dari Cleanliness
(kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keselamatan) and Environmental sustainability
(pelestarian lingkungan) (CHSE)) untuk bioskop seperti yang dilakukan di sektor pariwisata
lainnya untuk meyakinkan penonton. Pemerintah Pusat juga akan berkoordinasi dengan
Pemerintah Daerah untuk mulai melakukan pembukaan bioskop-bioskop di area kuning yang
belum dibuka.

Untuk menangani pembajakan, Presiden Joko Widodo akan segera membuat satuan kerja yang
merupakan gabungan antara Kepolisian Republik Indonesia, Kementrian Komunikasi dan
Informatika, dan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Untuk vaksinasi, Menteri Sandiaga Uno sedang dilakukan pendataan hingga 14 Maret 2021
berkoordinasi dengan Badan Pefilman Indonesia (BPI) dan vaksinasi bisa dimulai mulai awal April
2021.

“Segenap pekerja film berterima kasih atas respon cepat Bapak Presiden, Menparekraf, dan
jajaran Kabinet Indonesia Maju. Semoga setiap langkah konkret koordinasi pemerintah pusat,
daerah, dan pelaku industri akan mengembalikan film Indonesia kembali berjaya di bioskop dan
menempati hati penonton tercintanya. Bagi kami film Indonesia adalah bakti kami untuk negeri
dan kami siap bekerjasama serta menyiapkan langkah konkret dan strategi yang matang bersama
pemerintah.”, kata Chand Parwez selaku ketua Badan Perfilman Indonesia.

Industri perfilman Indonesia yang sebelum pandemi menduduki peringkat sepuluh dunia sebagai
pasar film terbesar di dunia dengan nilai sebesar 500 juta dollar AS di akhir tahun 2019,
menderita penurunan sebesar 97 persen di kala pandemi sepanjang tahun 2020.

Sejak dibukanya Daftar Negatif Investasi di bidang perfilman di tahun 2016, perfilman Indonesia
memasuki era baru dengan jumlah penonton yang terus meningkat dari tahun ke tahun, dengan
pertumbuhan sebesar 20 persen per tahun selama 4 tahun terakhir sebelum pandemi. Industri
Perfilman Indonesia adalah industri yang menopang perekonomian Indonesia secara signifikan
dengan lebih dari 50.000 tenaga kerja di subsektor film, animasi, video di tahun 2019, dan lebih
dari 2.500 jumlah usaha. Kontribusi industri film Indonesia ke GDP sebesar 15 triliun di tahun
2019.

Bioskop yang berkontribusi atas 90 persen sumber pendapatan distribusi film Indonesia
semenjak Maret 2020 telah ditutup sementara dan hingga saat ini masih terdapat lebih dari 50
persen lokasi bioskop di tanah air yang belum diizinkan untuk beroperasi kembali. Hal ini tentu
menimbulkan stigma negatif di mata masyarakat untuk kembali menonton di bioskop saat sudah
diberlakukan pelonggaran atas pembatasan tempat-tempat umum seperti restoran dan tempat
rekreasi lainnya.

Berbagai studi internasional menunjukkan bahwa sampai saat ini bioskop dianggap relatif aman
untuk dikunjungi karena para pelaku usaha bioskop melakukan protokol kesehatan.

Jade Flinn, anggota fakultas dari John Hopkins Medicine menyatakan, “Semua orang menghadap
arah yang sama, hal tesebut membantu mengurangi penyebaran virus COVID-19”. Pernyataan
serupa juga dikeluarkan oleh Profesor Budi Haryanto, Ketua Satgas Pengendalian Covid-19 dari
Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), yang menerangkan, “Sebenarnya risiko
penyebaran dalam bioskop lebih kecil kalau dibandingkan dengan restoran. Kita tahu, sampai
sekarang tidak banyak yang menunjukkan terjadinya kluster baru dari restoran.”

Di samping itu, sistem sirkulasi dan ventilasi udara di bioskop telah didesain sedemikian rupa
untuk tetap memasukkan udara segar ke dalam ruangan bioskop. Terlebih lagi, bioskop telah
dilengkapi dengan sistem sirkulasi canggih seperti HEPA filter seperti di pesawat udara dan
sebagian bioskop bahkan dilengkapi dengan sistem disinfeksi UV-C light untuk semakin
membersihkan udara di lingkungan bioskop.

Dampak pandemi bagi pekerja film juga sangat besar. Tahun 2019 terdapat 129 judul film
nasional yang dirilis di bioskop dengan total penonton film nasional sebesar 52 juta orang. Ini
berarti satu judul film ditonton oleh kurang lebih 400 ribu penonton. Dibandingkan dengan
kondisi selama Pandemi, data per akhir Februari 2021 menunjukkan terdapat 9 judul film
nasional yang dirilis di bioskop dengan total penonton hanya sekitar 400 ribu orang.

Kerugian penerimaan pajak dari penonton bioskop saja mencapai 1,5 triliun dan pendapatan
tidak langsung bioskop 1,2 triliun. Adanya platform distribusi secara streaming pun belum dapat
menopang industri dan nilai pembelian film yang belum dapat menutup biaya produksi,
terutama untuk film dengan bujet besar.

“Film bukan hanya merupakan komoditas hiburan, tapi juga membawa wajah Indonesia ke dunia
internasional. Secara potensi, industri film Indonesia dengan keberagaman budaya dan jumlah
penduduk Indonesia sebagai pasar utama sangatlah besar dan karenanya sangat layak untuk
diselamatkan.” kata Shanty Harmayn, produser film Indonesia.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Cinemags Magz & Digital (@cinemagsnews)

Cinemags

Tags: Industri perfilmanJokowi
Previous Post

Perempuan yang saling terhubung adalah kunci membangun masyarakat yang tangguh

Next Post

Perkenalan Serial The Falcon and The Winter Soldier, ini komentar produser & sutradaranya

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami
Article

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami

22 October, 2026
Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries
Article

Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

14 October, 2026
Little Blue and Little Yellow
Article

Little Blue and Little Yellow Hadir di Indonesia, Bawa Cerita Persahabatan dan Penerimaan untuk Semua Usia

8 October, 2026
Niken di Beautiful Pain
Article

Memilih Bersuara Saat Diminta Bungkam, Belajar Berani dari Niken di Beautiful Pain

5 October, 2026
Putri Jangan Gentayangan Lagi
Horror

Trailer Putri Jangan Gentayangan Lagi Bikin Merinding, Tayang 5 November 2026

23 September, 2026
Venice Critics’ Week 2026 Umumkan Pemenang, Prima della Guerra Sabet Film Terbaik
Article

Venice Critics’ Week 2026 Umumkan Pemenang,Highlight Prima della Guerra Sabet Film Terbaik

14 September, 2026
Next Post

Perkenalan Serial The Falcon and The Winter Soldier, ini komentar produser & sutradaranya

Gary Vaynerchuck Akan Memberikan Motivasi dan Tips Suksesnya Di Mola Living Live

ini dia kabar terkini docu soap: Selling Sunset dan Bling Empire

Comments 1

  1. 188V says:
    4 months ago

    Trong quá trình săn mồi, bạn có thể lựa chọn vũ khí và vật phẩm miễn phí. Chúng tôi bố trí hơn 3+ level khác nhau đi kèm với hàng loạt biểu tượng tặng thưởng đặc biệt cho bạn dễ dàng truy tìm kho báu. Tham gia bắn cá tại 188V ngay để hốt tiền từ boss cực xanh chín. TONY06-11

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami
Article

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami

by Nuty Laraswaty
22 October, 2026
0

Kerja sama Indonesia dan Prancis untuk mengembangkan Museum Borobudur membuka peluang baru bagi wisata budaya. Pengunjung diharapkan tidak hanya menikmati...

Read more

Review & Kritik Ah Girl: Ketika Sudut Pandang Anak Terasa Terlalu Dewasa

Review Main Belakang: Berawal dari Lapangan Padel, Perselingkuhan Ini Malah Menyeret Dua Pasangan!

Review Beware BOIÚNA

Perayaan Pertama sebagai Film Drama Keluarga dengan Potensi Festival Sekaligus Peluang Menjangkau Penonton Bioskop Umum.

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In