• Latest
Marissa Anita Jelaskan Beberapa Hal Terkait Karakternya di Film A Normal Woman

Marissa Anita Jelaskan Beberapa Hal Terkait Karakternya di Film A Normal Woman

24 July, 2025
Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami

22 October, 2026
Review & Kritik Ah Girl: Ketika Sudut Pandang Anak Terasa Terlalu Dewasa

Review & Kritik Ah Girl: Ketika Sudut Pandang Anak Terasa Terlalu Dewasa

22 October, 2026
Main Belakang

Review Main Belakang: Berawal dari Lapangan Padel, Perselingkuhan Ini Malah Menyeret Dua Pasangan!

22 October, 2026
https://nutylaraswaty.com/review-beware-boiuna/

Review Beware BOIÚNA

21 October, 2026
Film Perayaan Pertama

Perayaan Pertama sebagai Film Drama Keluarga dengan Potensi Festival Sekaligus Peluang Menjangkau Penonton Bioskop Umum.

16 October, 2026
E:\Downloads\ROK Mission to ASEAN.png

Reawakened Man: Premis Menarik, tetapi Kok Terasa Familiar?

15 October, 2026
bandit

Bandit Pulang ke Indonesia Setelah Berkeliling Festival Dunia, Aku Ikut Senang sekaligus Penasaran

15 October, 2026
Review Hasut

Review Hasut: Ilya Sigma Buktikan Horor Tak Butuh Hantu untuk Membuat Penonton Ketakutan

14 October, 2026
Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

14 October, 2026
Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?

Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?

8 October, 2026
Little Blue and Little Yellow

Little Blue and Little Yellow Hadir di Indonesia, Bawa Cerita Persahabatan dan Penerimaan untuk Semua Usia

8 October, 2026
digger nuty laraswaty

Tom Cruise Tidak Berlari di Digger, Tapi Justru Itu yang Membuat Film Ini Menarik

8 October, 2026

Jakarta World Cinema 2026 Bawa Pemenang Cannes, Venice dan Berlinale Sekaligus, Ada Fjord hingga Inherit

8 October, 2026
Review Practical Magic: The Book of Magic, Sihirnya Klasik tapi Drama Keluarganya Masih Relate

Review Practical Magic: The Book of Magic, Sihirnya Klasik tapi Drama Keluarganya Masih Relate

8 October, 2026
Review Verity: Makin Dibaca, Makin Bingung Siapa yang Bohong

Review Verity 2026: Anne Hathaway dan Dakota Johnson Bikin Kita Bingung Siapa yang Sebenarnya Gila

8 October, 2026
Crawlers Bikin Saya Curiga Sama Semua Laba-Laba: Review Horor 2026 yang Jijik tapi Seru

Crawlers Bikin Saya Curiga Sama Semua Laba-Laba: Review Horor 2026 yang Jijik tapi Seru

8 October, 2026
Teaser Trailer Empat Musim Pertiwi Penuh Teka Teki

Setelah Nonton Empat Musim Pertiwi: Ketika Rumah, Keluarga, dan Indonesia Terasa Begitu Dekat

5 October, 2026
Niken di Beautiful Pain

Memilih Bersuara Saat Diminta Bungkam, Belajar Berani dari Niken di Beautiful Pain

5 October, 2026
TAZZA: THE SONG OF BEELZEBUB

Tazza 4 The Song of Beelzebub: Ketika Sahabat Jadi Musuh, Byun Yo Han dan Roh Jae Won Bertaruh Segalanya

2 October, 2026
Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

30 September, 2026
Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

30 September, 2026
Kuasa gelap 2

Nonton Screening Kuasa Gelap Perjanjian Darah di IMAX

29 September, 2026
Kuasa gelap 2

Kuasa Gelap 2 Pecah Rekor, Jadi Film Indonesia Pertama yang Tayang di IMAX dan 4DX

25 September, 2026
Ghost in the Cell

Gila Banget, Ghost in the Cell Kalahin Film Horor Dunia dan Juara di Amerika

24 September, 2026
Jakarta Film Week 2026

Jakarta Film Week 2026 Resmi Dibuka, Ada Premiere Film Indonesia Sampai Jalan ke Cannes

24 September, 2026
Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

24 September, 2026
Acha dan Darius

Semua Orang Salfok ke Red Carpet, Tapi Plot Twist Acha dan Darius Malah Bikin Netizen Emosi

24 September, 2026
Dalam Suka dan Dusta

Jangan Baper Dulu, Couple Goals Acha Septriasa dan Darius Sinathrya Ternyata Simpan Rahasia Paling Toxic Dalam Suka dan Dusta

24 September, 2026
Putri Jangan Gentayangan Lagi

Trailer Putri Jangan Gentayangan Lagi Bikin Merinding, Tayang 5 November 2026

23 September, 2026
FFI 2026 Buka Masterclass

Gak Perlu Sekolah Film, FFI 2026 Buka Masterclass Gratis di YouTube

23 September, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review Article
Marissa Anita Jelaskan Beberapa Hal Terkait Karakternya di Film A Normal Woman

Marissa Anita Jelaskan Beberapa Hal Terkait Karakternya di Film A Normal Woman

by Nuty Laraswaty
24 July, 2025
in Article, Interview
246 10
0
Share on FacebookShare on Twitter

Marissa Anita berperan sebagai Milla di film A Normal Woman

Menjadi rupawan dan hidup dalam kemewahan ternyata tidak membuat Milla bahagia.

Setelah menikahi Jonathan, bagian dari keluarga Gunawan, Milla menemukan dirinya terkena sebuah penyakit misterius.  Milla lalu mulai mempertanyakan makna hidupnya.

 

Berikut ini adalah rangkuman dari tanya & jawab dengan Marissa:

 

Q :  Ceritakan tentang karakter Milla.
A :

Milla adalah seorang people-pleaser—perempuan yang selalu menempatkan kepentingan orang lain di atas dirinya sendiri.

Kalau kita bayangkan sebuah kelompok anjing (a pack of dogs), Milla ada di posisi paling bawah.

Di atasnya ada Liliana, Jonathan, Angel, dan yang lain.

Sejak kecil hingga sekarang, dia selalu berada di posisi itu.

Bayangkan bagaimana rasanya hidup seperti itu—selalu merasa di bawah, tak punya ruang untuk dirinya sendiri.

Q : Bagaimana pendapatmu tentang film ini?

A : Menurut saya banyak perempuan yang bisa merasa dekat dengan cerita ini.

Milla adalah simbol dari perempuan yang kehilangan dirinya sendiri karena terlalu sibuk
menyenangkan orang lain.

Tidak ada yang salah dengan mendedikasikan diri untuk orang lain, tapi kita harus berhati-hati agar tidak kehilangan jati diri kita di tengah perjalanan itu.

Film ini adalah perjalanan Milla untuk menemukan dirinya kembali.

Ia bertumbuh melalui pengalaman-pengalaman hidupnya. Milla yang berusia 20 tahun berbeda jauh dengan Milla yang sekarang.

Dan sebenarnya hal itu juga terjadi pada banyak orang.

Karena itulah menurut saya film ini bukan hanya tentang perempuan—tapi tentang
manusia yang bertumbuh.

Saya yakin banyak yang bisa merasakan keterkaitan, baik perempuan maupun laki-laki.

Secara pribadi saya pun bisa memahami Milla.

Marissa di usia 20-an berbeda dengan Marissa yang sekarang di usia 40-an.

Saya sudah melewati proses itu, dan dalam beberapa hal, saya masih terus mengalaminya sampai sekarang.

Q : Ceritakan tentang keluarga Gunawan.

A :
Keluarga Gunawan sebenarnya adalah keluarga yang terlihat sempurna.

Banyak orang mungkin akan berpikir,  “Aku ingin jadi bagian dari keluarga itu”.

Mereka punya status sosial yang tinggi, kekayaan, dan segala sesuatu yang terbaik—the crème de la crème.

Tapi pertanyaannya, apakah semua itu benar-benar membuat bahagia?

Mungkin sebagian orang merasa,

“Memiliki semua itu memang menyenangkan, tapi saya butuh sesuatu yang lebih”. Nah, “lebih”-nya itu apa?

Milla punya versinya sendiri tentang hal itu.

Q : Bagaimana kamu mengembangkan karakter Milla bersama dengan Lucky
Kuswandi?

A : Utamanya tentu saya selalu berdiskusi dengan sutradara.

Bagi saya kepercayaan antara sutradara dan aktor itu sangat penting, jadi saya membuka diri pada Lucky.

Saat pertama kali membaca naskahnya saya langsung merasa ada beberapa kesamaan
antara saya dan Milla.

Saya pun berbagi cerita itu ke Lucky, termasuk ide-ide saya soal pengembangan karakter Milla.

Karena saya juga pernah melalui pengalaman yang mirip, saya merasa bisa memberikan masukan yang jujur.

Lucky bisa memilih untuk menerima atau tidak, tapi yang penting kami berdua berusaha menciptakan emosi yang autentik sebaik mungkin.

 

Tags: A Normal Womanisyu mental healthkekayaanLucky Kuswandimencari jati diristatus sosial yang tinggi
Previous Post

Kolaborasi Nuridzka Mutiaradini & Tian Topandi di Bertaut Rindu

Next Post

Film Pesugihan Sate Gagak Hadir dengan Komedi Klenik Absurd

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami
Article

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami

22 October, 2026
Main Belakang
Article

Review Main Belakang: Berawal dari Lapangan Padel, Perselingkuhan Ini Malah Menyeret Dua Pasangan!

22 October, 2026
Review Hasut
Article

Review Hasut: Ilya Sigma Buktikan Horor Tak Butuh Hantu untuk Membuat Penonton Ketakutan

14 October, 2026
Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries
Article

Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

14 October, 2026
Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?
Article

Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?

8 October, 2026
Little Blue and Little Yellow
Article

Little Blue and Little Yellow Hadir di Indonesia, Bawa Cerita Persahabatan dan Penerimaan untuk Semua Usia

8 October, 2026
Next Post
Film Pesugihan Sate Gagak Hadir dengan Komedi Klenik Absurd

Film Pesugihan Sate Gagak Hadir dengan Komedi Klenik Absurd

bertaut rindu

Bertaut Rindu, Pentingnya Komunikasi antara Anak dan Orang Tuanya

Ominscient_Reader

Review Omniscient Reader: The Prophet

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami
Article

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami

by Nuty Laraswaty
22 October, 2026
0

Kerja sama Indonesia dan Prancis untuk mengembangkan Museum Borobudur membuka peluang baru bagi wisata budaya. Pengunjung diharapkan tidak hanya menikmati...

Read more

Review & Kritik Ah Girl: Ketika Sudut Pandang Anak Terasa Terlalu Dewasa

Review Main Belakang: Berawal dari Lapangan Padel, Perselingkuhan Ini Malah Menyeret Dua Pasangan!

Review Beware BOIÚNA

Perayaan Pertama sebagai Film Drama Keluarga dengan Potensi Festival Sekaligus Peluang Menjangkau Penonton Bioskop Umum.

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In