• Latest
Yang Tersisa Hanya Cinta

Kritik Peran Musik Scoring dalam Film Yang Tersisa Hanya Cinta

21 July, 2025
Review Love Barista web Nuty Laraswaty

Review Love Barista

13 July, 2026
Bukan Set Studio! Perumahan Laddaland Ternyata Lokasi Terbengkalai Nyata?

Perumahan Laddaland Ternyata Lokasi Terbengkalai Nyata? Bukan Set Studio!

13 July, 2026
Lee Kwang Soo Ternyata Bukan Cuma Jago Ngelawak di Running Man!

Lee Kwang Soo Ternyata Bukan Cuma Jago Ngelawak di Running Man!

9 July, 2026
Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki

Netizen Salah Fokus!”, “Bukan Reza Rahadian, Justru Nama Ini yang Bikin Heboh”

9 July, 2026
Lapor Pak !

Lapor Pak! Resmi Hadir di Viu, Episode-Episode “Paling Pecah” Selama 5 Tahun Kini Bisa Ditonton Kapan Saja

8 July, 2026
Starvision resmi merilis trailer dan poster film Kado Untuk Ibu, dibintangi Luisa Adreena dan Emir Mahira

Starvision resmi merilis trailer dan poster film Kado Untuk Ibu, dibintangi Luisa Adreena dan Emir Mahira

8 July, 2026
Film Petaka Gunung Welirang , Fakta atau Mitos ?

Film Petaka Gunung Welirang , Fakta atau Mitos ?

3 July, 2026
Aku Sebelum Aku

Netflix Hadirkan Video Trailer Film Terbaru Gina S. Noer, Aku Sebelum Aku

3 July, 2026
Review Film The Death of Robin Hood

Review Film The Death of Robin Hood

2 July, 2026
Karena pada akhirnya, terkadang yang paling kita butuhkan bukan tepuk tangan dunia, melainkan satu kalimat sederhana: "Ya, itu memang karya kamu."

Review Power Ballad

26 June, 2026
Pendapat Soal Supergirl (2026)

Pendapat Soal Supergirl (2026)

26 June, 2026
E:\Downloads\2026-06-26 12_06_36-phi phong the blood demon - Google Search.png

PHI PHONG: THE BLOOD DEMON Film Horor Terlaris Vietnam Akhirnya Tayang di Indonesia.

26 June, 2026
Suaraga 2026 Siap Jadi Festival Musik dan Wellness Paling Unik di Solo

Suaraga 2026 Sudah Terasa Sebelum Festival Dimulai!

25 June, 2026
Film Foufo Tayang 9 Juli 2026

Film Foufo Tayang 9 Juli 2026

18 June, 2026
Viu dan iQIYI Resmi Gabung, Paket Streaming Drama Korea, Drama China, dan Anime Hadir di Indonesia 2026

Viu dan iQIYI Hadirkan Paket Langganan Streaming Bersama di Indonesia Mulai 2026

18 June, 2026
Review Jangan Buang Ibu

Review Film Jangan Buang Ibu (2026)

17 June, 2026
Saat Aku Bersuara, Film Indonesia tentang Penyintas Kekerasan Seksual yang Melawan Budaya Bungkam

Saat Aku Bersuara, Film Indonesia tentang Penyintas Kekerasan Seksual yang Melawan Budaya Bungkam

17 June, 2026
Upi

Apa yang Disiapkan Upi Kali Ini? Datang Akan Pergi Hadirkan Horor Misteri dengan Cast Spektakuler

17 June, 2026
Benda Apa Itu Liminal Space?

Benda Apa Itu Liminal Space?

16 June, 2026
Joe Taslim dan Yayan Ruhian Bawa Aksi Brutal "The Furious" ke Jakarta

Joe Taslim dan Yayan Ruhian Bawa Aksi Brutal “The Furious” ke Jakarta

9 June, 2026
Dwi Sasono  Jadi Bapak, Kok Aneh Lagi ?  Jangan Buang Ibu

Dwi Sasono Jadi Bapak, Kok Aneh Lagi ? Jangan Buang Ibu

9 June, 2026
Monster Pabrik Cerminan Dunia Kerja yang Dekat dengan Gen Z dan Milenial

Monster Pabrik Cerminan Dunia Kerja yang Dekat dengan Gen Z dan Milenial

6 June, 2026
Tanya Jawab Seputar Serial Night Shift for Cuties

Tanya Jawab Seputar Serial Night Shift for Cuties

6 June, 2026
Night Shift For Cuties

Monica Tedja Ungkap Inspirasi di Balik Serial Netflix tentang Persahabatan Perempuan dan Fandom K-Pop

6 June, 2026
Review  Sex, Love & 10 Million Dollars

Review Sex, Love & 10 Million Dollars

3 June, 2026
Disclosure Day

Trailer Disclosure Day Terasa Sangat Berbeda dari E.T.? Ini Analisa Visual Steven Spielberg yang Lagi Ramai Dibahas

29 May, 2026
Disclosure Day & Ketakutan Kolektif Manusia Modern

Disclosure Day & Ketakutan Kolektif Manusia Modern

29 May, 2026
Review Serial Hellbound

Review Serial Hellbound

27 May, 2026
Yeon Sang-ho

Yeon Sang-ho dan Evolusi Filmografi Zombie Korea

27 May, 2026
The Baronesses

The Baronesses Jadi Film Pembuka EoS: Komedi Belgia yang Hangat, Feminis, dan Penuh Kejutan

27 May, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review Article
Yang Tersisa Hanya Cinta

Kritik Peran Musik Scoring dalam Film Yang Tersisa Hanya Cinta

Tayang di Klik Film

by Nuty Laraswaty
21 July, 2025
in Article, Drama, Movie Kritic
267 6
0
Share on FacebookShare on Twitter

Film Yang Tersisa Hanya Cinta

Merupakan salah satu film Indonesia, yang tayang secara eksklusif di Klik Film.
Film ini  disutradarai oleh Wawan Sumarmo , sutradara yang aktif mengeluarkan film-filmnya seperti Garis Daun (2008), The Bridge (film pendek di Viddsee) dan lain-lain.

Pada intinya, film ini bercerita tentang kehidupan rumah tangga sepasang suami istri yang retak dan memutuskan untuk bercerai.

Sinopsis Singkat

Rumah tangga Melati (Dinda Hauw) dan Jati (Rey Mbayang) yang dibangun selama tujuh tahun, dihadapkan pada prahara.

Lelah menjadi tulang punggung keluarga karena Jati enggan mencari pekerjaan membuat Melati mantap bercerai dengan suaminya.

Namun, pada malam lebaran, permintaan ibu Melati (Niniek L Karim) meminta Jati dan Melati untuk bersatu agar dapat merayakan momen lebaran bersama-sama.

Ibu Melati ini mengalami demensia , adapun Jati sangat menyayangi Ibu Melati yang telah ia anggap sebagai ibunya sendiri.

Melati juga merasa bahwa ibunya akan sangat kehilangan Jati jika mereka berpisah. Namun ia sudah merasa, ini adalah saatnya untuk berpisah, secara emosional ia sudah merasa lelah.

 

Daftar nama pemain film “Yang Tersisa Hanya Cinta”.

Dinda Hauw: sebagai Melati.

Rey Mbayang: Sebagai Jati.

Niniek L Karim: Sebagai ibunya Melati.

Dewa Dayana: Sebagai Candra.

Ghina Nisa Salsabiela: Sebagai Galuh.

Gusti Pratama: Sebagai Andika.

Anton Pradhana: Sebagai Bagas.

Melalui tulisan kali ini, saya hendak mengkritik scoring musik yang terasa tidak mendukung , terhadap permainan emosi yang dirasakan oleh insan rumah tangga yang sedang menghadapi masalah ini.

Namun sebelumnya cek trailernya terlbih dahulu

 

Mengapa sebuah scoring film itu merupakan hal yang krusial dalam sebuah film?

Hal ini disebabkan karena musik merupakan jiwa dari sebuah film. Memberikan pemahaman akan situasi yang sedang dihadapi oleh karakternya.

Namun bisa juga menjadi sebuah pertanda akan adanya sebuah peristiwa yang sangat penting dan akan merubah segalanya.

Terlebih lagi masalah keluarga itu amatlah kompleks, melibatkan banyak emosi serta juga informasi-informasi penting dan mendalam.

Bahwa dalam sebuah kejadian tertentu, musik ini akan mengacu pada sebuah ingatan tertentu.

Musik yang menempel pada karakter pemerannya , akan menjadi benang merah, yang dihadirkan , akan memperjelas pemahaman penonton akan situasi yang sedang dihadapi, beserta hubungan sebab akibatnya.

Apakah itu merupakah adegan yang menerangkan :

-Situasi bahagia?

-Memori?

-Situasi mengancam?

Dan lain-lain.

Kupasan scoring dalam adegan

Terkait akan hal ini, mari diambil contoh , dimulai dengan pembukaan film ini.

Penonton akan dihadirkan pada sebuah peristiwa penting. Ini adalah adegan dimana sebuah keputusan diambil, serta akan mengubah kehidupan para insan rumah tangga.

Jika diperinci ke bagian micro dan inti , maka ini merupakan kunci pertama untuk penonton. Mengenai permasalahan yang dihadapi para karakternya, yaitu rumit dan telah terakumulasi tahunan.

Sebuah adegan yang nemampilkan momen dimana Melati sedang dalam proses negosiasi.

Tentunya emosi yang sedang terjadi adalah semacam rasa antusias bercampur dengan kecemasan, bagaimana jika negosiasi batal?

Ini masalah urgent sekali.

Namun alunan piano yang dihadirkan justru memberikan perasaan tenang, tiada urgensi, tiada kecemasan.

Alunan lagunya menyiratkan semua aman damai, bahkan memiliki kecenderungan datar , tanpa emosi.

Jika dikupas ini kan terasa amat kontras sekali, dengan adegan yang ditampilkan.

Seketika penonton hanya terkait pada dialog , tanpa scoring pendukung emosi.

Kemudian pada adegan Melati meminta agar  Jati mau menandatangani surat perceraian.

Ini momen pergulatan emosional, Jati bertahan dan Melati memaksakan kehendaknya. Dialog memberikan penekanan pada Melati yang sudah merasa di puncak kelelahan emosionalnya.

Bertutur dari sudut pandangnya, ia merasa satu-satunya jalan keluar, dari perasaannya adalah perceraian.

Ini adalah sebuah momen, dimana ia sebagai “penyerang” dalam struktur insan rumah tangga, ingin menghancurkan tatanan yang telah terjalin bertahun-tahun.

Seharusnya jika diberikan scoring yang menggambarkan pergulatan emosional ini, akan dapat membuat penonton ikut merasakan.

Namun kembali alunan musik piano yang hadir malah memberikan gambaran berbeda , seakan kedua pasangan ini sedang bercengkrama bahagia .

 

Tidak membuat penontonnya merasakan apapun.

 

Alunan lembut piano, baru terasa agak pas saat di penyelesaian babak akhir.

Pada adegan ini , disini baru penontonnya merasakan manisnya persitiwa yang dihadirkan.

Ini sebuah momen, di saat dua hati pasangan suami istri, merasakan bahwa mereka saling membutuhkan satu sama lain, untuk kebaikan insan rumah tangga di dalamnya.

Terasa kedamaian, penyatuan dibalut dalam untaian nada-nada scoring, membantu penonton memahami adegan ini.

Bagaimana scoring dalam adegan-adegan lainnya?

Adapun adegan-adegan lainnya, kembali scoring hanya terasa sebagai tempelan belaka.

Tidak ada penekanan pada pembentukan maupun pengenalan akan apa yang sedang dihadapi karakter, tidak mendukung dialog , serta tidak  memberikan kontribusi yang jelas.

 

Saya sendiri sependapat bahwa scoring musik itu sangat diperlukan, terutama untuk mengidentifikasikan genre dan tema sebuah film serta tentunya menjadikan ciri khasnya.

Jadi jika ingin dijabarkan lagi, scoring merupakan elemen sebagai berikut :

1. Menciptakan Suasana dan Emosi

Musik dapat membangun suasana hati yang sesuai dengan adegan, seperti romantis, tegang, sedih, atau bahagia.

2. Memperkuat Narasi

Sangat krusial,  dikarenakan musik dapat menjadi alat naratif yang membantu penonton memahami perkembangan cerita dan karakter.

3. Membangun Identitas Film

Musik dapat menjadi ciri khas suatu film dan membedakannya dari film lain.

4. Meningkatkan Pengalaman Penonton

Musik dapat membuat penonton merasa lebih terlibat dalam cerita dan terhubung dengan emosi karakter.

Dengan demikian, scoring dalam film Indonesia bukan hanya elemen tambahan.

Dapat dikatakan merupakan bagian integral dari proses kreatif yang dapat meningkatkan kualitas dan dampak film secara keseluruhan.

Studi Banding Scoring

Lalu bagaimana dengan karya filmnya yang lain?

Ini agak berbeda jika dibandingkan pada scoring  atau musik klasik terkenal yang dianggap sebagai scoring, pada film pendek berjudul The Bridge.

Melihat dari film ini. Saya masih merasakan ada korelasi , hubungan antara gambar dengan musiknya.

Tema musik klasiknya itu sendiri menyiratkan ketidak adanya kesatuan, perpisahan sedang berproses , akan terjadi dan itulah yang terjadi.

Namun disini nampaknya scoring dengan musik klasik ini disamakan kedudukan dan fungsinya , membuat ruang pertanyaan besar bagi yang memahami fungsi scoring.

Lalu apakah kira-kira scoring dalam film Indonesia yang kira-kira sesuai dengan teori serta pembahasan di atas?

Saya menemukan pada film pendek berjudul Senyap di akun youtube penyanyi Yura Yunita.

Film pendek ini, merupakan karya sutradara yang sangat memperhatikan elemen scoring untuk membangkitkan pemahaman bagi penontonnya.

Membuat penonton setelah terpikat, pada dialog serta konflik yang dihadapi para karakternya. Scoring yang hadir , membuat sisi emosional penontonpun tertarik untuk lebih memperhatikan dalam-dalam , pada isi cerita dan penasaran akan akhir kisahnya.

Melalui dua perbandingan ini , beserta kajian singkat di atas. Maka ini semua , sayangnya tidak terdapat , dalam film panjang Yang Tersisa Hanya Cinta

Saya merasa benar-benar hanya berhadapan dengan dialog-dialog sarat pesan penting.

Namun tidak merasa tersentuh akan konflik yang dialami oleh karakter pasangan suami istri ini.

Hanya mendapatkan  perasaaan hampa dan bertanya, mengapa masing-masing tak mau faham apa yang dipikirkan serta dirasakan pasangan yang dihadapannya?

Kemudian perlahan mulai jenuh dan saat akhir kisah, yang seakan dengan sangat mudah terprediksi.

Film ini pun perlahan hilang dari kenangan pikiran.

Kesimpulan

Pentingnya Scoring dalam Film: Meningkatkan Emosi dan Narasi

Scoring adalah elemen penting dalam produksi film yang dapat meningkatkan emosi dan narasi.

Dengan menggunakan musik yang tepat, scoring dapat menciptakan pengalaman film yang lebih mendalam dan berkesan bagi penonton.

Oleh karena itu, scoring harus menjadi prioritas dalam produksi film Indonesia, untuk menciptakan film yang berkualitas dan berdampak.

 

 

Tags: demensiainsan rumah tanggaNiniek L KarimRey Mbayangscoring musikWawan SumarmoYang Tersisa Hanya Cinta
Previous Post

Sinopsis AGAPE

Next Post

Film ‘SORE: Istri dari Masa Depan’ Gebrak Box Office! 1,3 Juta Penonton Terpesona dengan Kisah Cinta yang Mengharukan

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Review Love Barista web Nuty Laraswaty
Article

Review Love Barista

13 July, 2026
Bukan Set Studio! Perumahan Laddaland Ternyata Lokasi Terbengkalai Nyata?
Article

Perumahan Laddaland Ternyata Lokasi Terbengkalai Nyata? Bukan Set Studio!

13 July, 2026
Lee Kwang Soo Ternyata Bukan Cuma Jago Ngelawak di Running Man!
Article

Lee Kwang Soo Ternyata Bukan Cuma Jago Ngelawak di Running Man!

9 July, 2026
Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki
Action

Netizen Salah Fokus!”, “Bukan Reza Rahadian, Justru Nama Ini yang Bikin Heboh”

9 July, 2026
Lapor Pak !
Article

Lapor Pak! Resmi Hadir di Viu, Episode-Episode “Paling Pecah” Selama 5 Tahun Kini Bisa Ditonton Kapan Saja

8 July, 2026
Starvision resmi merilis trailer dan poster film Kado Untuk Ibu, dibintangi Luisa Adreena dan Emir Mahira
Article

Starvision resmi merilis trailer dan poster film Kado Untuk Ibu, dibintangi Luisa Adreena dan Emir Mahira

8 July, 2026
Next Post
Box Office!

Film 'SORE: Istri dari Masa Depan' Gebrak Box Office! 1,3 Juta Penonton Terpesona dengan Kisah Cinta yang Mengharukan

Ejen Ali

Film Animasi Ejen Ali The Movie 2: Memukau Penonton Indonesia

Ghost Train

Review Ghost Train : Nasib Youtuber yang Ingin Kontennya Viral

Review Love Barista web Nuty Laraswaty
Article

Review Love Barista

by Nuty Laraswaty
13 July, 2026
0

Love Barista Buat Ingin ke Vietnam Sebabnya dalam film ini terasa sekali bagaimana negara  Vietnam bukan saja sebagai bagian dari...

Read more

Perumahan Laddaland Ternyata Lokasi Terbengkalai Nyata? Bukan Set Studio!

Lee Kwang Soo Ternyata Bukan Cuma Jago Ngelawak di Running Man!

Netizen Salah Fokus!”, “Bukan Reza Rahadian, Justru Nama Ini yang Bikin Heboh”

Lapor Pak! Resmi Hadir di Viu, Episode-Episode “Paling Pecah” Selama 5 Tahun Kini Bisa Ditonton Kapan Saja

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In