• Latest
Yang Tersisa Hanya Cinta

Kritik Peran Musik Scoring dalam Film Yang Tersisa Hanya Cinta

21 July, 2025
Indonesia Luncurkan Choix Goncourt edisi perdana: Tiga Belas Mahasiswa dari Tujuh Universitas Jadi Bagian Dialog Sastra Global    

Indonesia Luncurkan Choix Goncourt edisi perdana: Tiga Belas Mahasiswa dari Tujuh Universitas Jadi Bagian Dialog Sastra Global   

13 May, 2026
Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?

Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?

12 May, 2026
Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

12 May, 2026
Mengapa Film Gohan Begitu Dicintai Penonton?

Mengapa Film Gohan Begitu Dicintai Penonton?

12 May, 2026
Review Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”: Saat Keluarga Menjadi Penjaga Kenangan

Review Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”: Saat Keluarga Menjadi Penjaga Kenangan

12 May, 2026
Yang Lain Boleh Hilang

Gala Premiere Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan Tuai Reaksi Positif di TikTok dan Instagram

10 May, 2026
Sinopsis In the Grey dan Update Kabar Terbaru

Sinopsis In the Grey dan Update Kabar Terbaru

10 May, 2026
Badut Gendong Gelar Exclusive Screening untuk Fans Universe Qodrat

Badut Gendong Gelar Exclusive Screening untuk Fans Universe Qodrat

8 May, 2026
Next Step Studio 2026

4 Film Pendek Indonesia Tayang di Cannes 2026 melalui Next Step Studio 2026

7 May, 2026
Ketika Pernikahan Tidak Lagi Seimbang,Saat Pasangan “Kalah” oleh Keluarga Sendiri

Ketika Pernikahan Tidak Lagi Seimbang,Saat Pasangan Kalah oleh Keluarga Sendiri

7 May, 2026
Review The Bell: Panggilan untuk Mati

Review The Bell: Panggilan untuk Mati

7 May, 2026
Program Nonton Nonstop, Menyatukan Film dan Seri Young-Adult Dengan Komunitas Penggemarnya

Program Nonton Nonstop, Menyatukan Film dan Seri Young-Adult Dengan Komunitas Penggemarnya

6 May, 2026
Update Film Nobody Loves Kay – Kairi

Mengenal ONIC Esports dalam Film Nobody Loves Kay dibintangi Bima Azriel

6 May, 2026
Update Film Nobody Loves Kay – Kairi

Update Film Nobody Loves Kay – Kairi

6 May, 2026
iQIYI Perkuat Strategi 2026 di Indonesia: Fokus Dracin, Konten Lokal, dan Starship Fan Experience

iQIYI Perkuat Strategi 2026 di Indonesia: Fokus Dracin, Konten Lokal, dan Starship Fan Experience

5 May, 2026
Film “Suamiku Lukaku” Rilis Trailer: Angkat Isu KDRT di Balik Keluarga Harmonis

Film “Suamiku Lukaku” Rilis Trailer: Angkat Isu KDRT di Balik Keluarga Harmonis

5 May, 2026
Tiga Asosiasi Produser Film Indonesia Bersatu, Industri Masuk Era Baru!

Tiga Asosiasi Produser Film Indonesia Bersatu, Industri Masuk Era Baru!

5 May, 2026
Review Salmokji Whispering Water

Review Salmokji Whispering Water

2 May, 2026
Review Ikatan Darah

Review Ikatan Darah

2 May, 2026
Trailer Citadel Season 2 Rilis, Netizen Soroti “Tim Baru, Misi Baru” yang Lebih Intens

Trailer Citadel Season 2 Rilis, Netizen Soroti “Tim Baru, Misi Baru” yang Lebih Intens

27 April, 2026
Mengenal Gelung Nusantara: Warisan Budaya Perempuan Indonesia yang Kembali Tren di Era Modern

Mengenal Gelung Nusantara: Warisan Budaya Perempuan Indonesia yang Kembali Tren di Era Modern

27 April, 2026
Trailer Off Campus Rilis, Netizen Soroti “Ruang Ganti” hingga Nuansa Romansa yang Intens

Trailer Off Campus Rilis, Netizen Soroti “Ruang Ganti” hingga Nuansa Romansa yang Intens

27 April, 2026
“Dapur Sumur Tutur” Suguhkan Pergulatan Perempuan Lintas Generasi, Tuai Respons Emosional Penonton

“Dapur Sumur Tutur” Suguhkan Pergulatan Perempuan Lintas Generasi, Tuai Respons Emosional Penonton

27 April, 2026
Ikatan Darah: Film Action Indonesia 2026 Paling Intens

Ikatan Darah: Film Action Indonesia 2026 Paling Intens

24 April, 2026
Review Mother Mary, diperankan oleh Anne Hathaway

Review Mother Mary, diperankan oleh Anne Hathaway

24 April, 2026
The Drama

Review Film The Drama: Ketika Cinta Diuji di Tengah Kekacauan Pernikahan

21 April, 2026
Luka Makan Cinta: Drama Dapur Penuh Emosi tentang Relasi Ibu dan Anak

Luka Makan Cinta: Drama Dapur Penuh Emosi tentang Relasi Ibu dan Anak

18 April, 2026
The Magic Faraway Tree

The Magic Faraway Tree (2026): Sinopsis, Pemeran, dan Pesan Keluarga di Era Digital

17 April, 2026
Shaka Oh Shaka: Sinopsis, Jadwal Tayang 7 Mei 2026 & Kisah Cinta Fans dengan Idola

Film Shaka Oh Shaka: Sinopsis, Jadwal Tayang, dan Fakta Menarik Kisah Cinta Fans & Idola

14 April, 2026
Climax Episode 7–8: Makin Panas! Saat Ambisi dan Cinta Mulai Bertabrakan

Climax Episode 7–8: Makin Panas! Saat Ambisi dan Cinta Mulai Bertabrakan

13 April, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review Article
Yang Tersisa Hanya Cinta

Kritik Peran Musik Scoring dalam Film Yang Tersisa Hanya Cinta

Tayang di Klik Film

by Nuty Laraswaty
21 July, 2025
in Article, Drama, Movie Kritic
266 5
0
Share on FacebookShare on Twitter

Film Yang Tersisa Hanya Cinta

Merupakan salah satu film Indonesia, yang tayang secara eksklusif di Klik Film.
Film ini  disutradarai oleh Wawan Sumarmo , sutradara yang aktif mengeluarkan film-filmnya seperti Garis Daun (2008), The Bridge (film pendek di Viddsee) dan lain-lain.

Pada intinya, film ini bercerita tentang kehidupan rumah tangga sepasang suami istri yang retak dan memutuskan untuk bercerai.

Sinopsis Singkat

Rumah tangga Melati (Dinda Hauw) dan Jati (Rey Mbayang) yang dibangun selama tujuh tahun, dihadapkan pada prahara.

Lelah menjadi tulang punggung keluarga karena Jati enggan mencari pekerjaan membuat Melati mantap bercerai dengan suaminya.

Namun, pada malam lebaran, permintaan ibu Melati (Niniek L Karim) meminta Jati dan Melati untuk bersatu agar dapat merayakan momen lebaran bersama-sama.

Ibu Melati ini mengalami demensia , adapun Jati sangat menyayangi Ibu Melati yang telah ia anggap sebagai ibunya sendiri.

Melati juga merasa bahwa ibunya akan sangat kehilangan Jati jika mereka berpisah. Namun ia sudah merasa, ini adalah saatnya untuk berpisah, secara emosional ia sudah merasa lelah.

 

Daftar nama pemain film “Yang Tersisa Hanya Cinta”.

Dinda Hauw: sebagai Melati.

Rey Mbayang: Sebagai Jati.

Niniek L Karim: Sebagai ibunya Melati.

Dewa Dayana: Sebagai Candra.

Ghina Nisa Salsabiela: Sebagai Galuh.

Gusti Pratama: Sebagai Andika.

Anton Pradhana: Sebagai Bagas.

Melalui tulisan kali ini, saya hendak mengkritik scoring musik yang terasa tidak mendukung , terhadap permainan emosi yang dirasakan oleh insan rumah tangga yang sedang menghadapi masalah ini.

Namun sebelumnya cek trailernya terlbih dahulu

 

Mengapa sebuah scoring film itu merupakan hal yang krusial dalam sebuah film?

Hal ini disebabkan karena musik merupakan jiwa dari sebuah film. Memberikan pemahaman akan situasi yang sedang dihadapi oleh karakternya.

Namun bisa juga menjadi sebuah pertanda akan adanya sebuah peristiwa yang sangat penting dan akan merubah segalanya.

Terlebih lagi masalah keluarga itu amatlah kompleks, melibatkan banyak emosi serta juga informasi-informasi penting dan mendalam.

Bahwa dalam sebuah kejadian tertentu, musik ini akan mengacu pada sebuah ingatan tertentu.

Musik yang menempel pada karakter pemerannya , akan menjadi benang merah, yang dihadirkan , akan memperjelas pemahaman penonton akan situasi yang sedang dihadapi, beserta hubungan sebab akibatnya.

Apakah itu merupakah adegan yang menerangkan :

-Situasi bahagia?

-Memori?

-Situasi mengancam?

Dan lain-lain.

Kupasan scoring dalam adegan

Terkait akan hal ini, mari diambil contoh , dimulai dengan pembukaan film ini.

Penonton akan dihadirkan pada sebuah peristiwa penting. Ini adalah adegan dimana sebuah keputusan diambil, serta akan mengubah kehidupan para insan rumah tangga.

Jika diperinci ke bagian micro dan inti , maka ini merupakan kunci pertama untuk penonton. Mengenai permasalahan yang dihadapi para karakternya, yaitu rumit dan telah terakumulasi tahunan.

Sebuah adegan yang nemampilkan momen dimana Melati sedang dalam proses negosiasi.

Tentunya emosi yang sedang terjadi adalah semacam rasa antusias bercampur dengan kecemasan, bagaimana jika negosiasi batal?

Ini masalah urgent sekali.

Namun alunan piano yang dihadirkan justru memberikan perasaan tenang, tiada urgensi, tiada kecemasan.

Alunan lagunya menyiratkan semua aman damai, bahkan memiliki kecenderungan datar , tanpa emosi.

Jika dikupas ini kan terasa amat kontras sekali, dengan adegan yang ditampilkan.

Seketika penonton hanya terkait pada dialog , tanpa scoring pendukung emosi.

Kemudian pada adegan Melati meminta agar  Jati mau menandatangani surat perceraian.

Ini momen pergulatan emosional, Jati bertahan dan Melati memaksakan kehendaknya. Dialog memberikan penekanan pada Melati yang sudah merasa di puncak kelelahan emosionalnya.

Bertutur dari sudut pandangnya, ia merasa satu-satunya jalan keluar, dari perasaannya adalah perceraian.

Ini adalah sebuah momen, dimana ia sebagai “penyerang” dalam struktur insan rumah tangga, ingin menghancurkan tatanan yang telah terjalin bertahun-tahun.

Seharusnya jika diberikan scoring yang menggambarkan pergulatan emosional ini, akan dapat membuat penonton ikut merasakan.

Namun kembali alunan musik piano yang hadir malah memberikan gambaran berbeda , seakan kedua pasangan ini sedang bercengkrama bahagia .

 

Tidak membuat penontonnya merasakan apapun.

 

Alunan lembut piano, baru terasa agak pas saat di penyelesaian babak akhir.

Pada adegan ini , disini baru penontonnya merasakan manisnya persitiwa yang dihadirkan.

Ini sebuah momen, di saat dua hati pasangan suami istri, merasakan bahwa mereka saling membutuhkan satu sama lain, untuk kebaikan insan rumah tangga di dalamnya.

Terasa kedamaian, penyatuan dibalut dalam untaian nada-nada scoring, membantu penonton memahami adegan ini.

Bagaimana scoring dalam adegan-adegan lainnya?

Adapun adegan-adegan lainnya, kembali scoring hanya terasa sebagai tempelan belaka.

Tidak ada penekanan pada pembentukan maupun pengenalan akan apa yang sedang dihadapi karakter, tidak mendukung dialog , serta tidak  memberikan kontribusi yang jelas.

 

Saya sendiri sependapat bahwa scoring musik itu sangat diperlukan, terutama untuk mengidentifikasikan genre dan tema sebuah film serta tentunya menjadikan ciri khasnya.

Jadi jika ingin dijabarkan lagi, scoring merupakan elemen sebagai berikut :

1. Menciptakan Suasana dan Emosi

Musik dapat membangun suasana hati yang sesuai dengan adegan, seperti romantis, tegang, sedih, atau bahagia.

2. Memperkuat Narasi

Sangat krusial,  dikarenakan musik dapat menjadi alat naratif yang membantu penonton memahami perkembangan cerita dan karakter.

3. Membangun Identitas Film

Musik dapat menjadi ciri khas suatu film dan membedakannya dari film lain.

4. Meningkatkan Pengalaman Penonton

Musik dapat membuat penonton merasa lebih terlibat dalam cerita dan terhubung dengan emosi karakter.

Dengan demikian, scoring dalam film Indonesia bukan hanya elemen tambahan.

Dapat dikatakan merupakan bagian integral dari proses kreatif yang dapat meningkatkan kualitas dan dampak film secara keseluruhan.

Studi Banding Scoring

Lalu bagaimana dengan karya filmnya yang lain?

Ini agak berbeda jika dibandingkan pada scoring  atau musik klasik terkenal yang dianggap sebagai scoring, pada film pendek berjudul The Bridge.

Melihat dari film ini. Saya masih merasakan ada korelasi , hubungan antara gambar dengan musiknya.

Tema musik klasiknya itu sendiri menyiratkan ketidak adanya kesatuan, perpisahan sedang berproses , akan terjadi dan itulah yang terjadi.

Namun disini nampaknya scoring dengan musik klasik ini disamakan kedudukan dan fungsinya , membuat ruang pertanyaan besar bagi yang memahami fungsi scoring.

Lalu apakah kira-kira scoring dalam film Indonesia yang kira-kira sesuai dengan teori serta pembahasan di atas?

Saya menemukan pada film pendek berjudul Senyap di akun youtube penyanyi Yura Yunita.

Film pendek ini, merupakan karya sutradara yang sangat memperhatikan elemen scoring untuk membangkitkan pemahaman bagi penontonnya.

Membuat penonton setelah terpikat, pada dialog serta konflik yang dihadapi para karakternya. Scoring yang hadir , membuat sisi emosional penontonpun tertarik untuk lebih memperhatikan dalam-dalam , pada isi cerita dan penasaran akan akhir kisahnya.

Melalui dua perbandingan ini , beserta kajian singkat di atas. Maka ini semua , sayangnya tidak terdapat , dalam film panjang Yang Tersisa Hanya Cinta

Saya merasa benar-benar hanya berhadapan dengan dialog-dialog sarat pesan penting.

Namun tidak merasa tersentuh akan konflik yang dialami oleh karakter pasangan suami istri ini.

Hanya mendapatkan  perasaaan hampa dan bertanya, mengapa masing-masing tak mau faham apa yang dipikirkan serta dirasakan pasangan yang dihadapannya?

Kemudian perlahan mulai jenuh dan saat akhir kisah, yang seakan dengan sangat mudah terprediksi.

Film ini pun perlahan hilang dari kenangan pikiran.

Kesimpulan

Pentingnya Scoring dalam Film: Meningkatkan Emosi dan Narasi

Scoring adalah elemen penting dalam produksi film yang dapat meningkatkan emosi dan narasi.

Dengan menggunakan musik yang tepat, scoring dapat menciptakan pengalaman film yang lebih mendalam dan berkesan bagi penonton.

Oleh karena itu, scoring harus menjadi prioritas dalam produksi film Indonesia, untuk menciptakan film yang berkualitas dan berdampak.

 

 

Tags: demensiainsan rumah tanggaNiniek L KarimRey Mbayangscoring musikWawan SumarmoYang Tersisa Hanya Cinta
Previous Post

Sinopsis AGAPE

Next Post

Film ‘SORE: Istri dari Masa Depan’ Gebrak Box Office! 1,3 Juta Penonton Terpesona dengan Kisah Cinta yang Mengharukan

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Indonesia Luncurkan Choix Goncourt edisi perdana: Tiga Belas Mahasiswa dari Tujuh Universitas Jadi Bagian Dialog Sastra Global    
Article

Indonesia Luncurkan Choix Goncourt edisi perdana: Tiga Belas Mahasiswa dari Tujuh Universitas Jadi Bagian Dialog Sastra Global   

13 May, 2026
Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?
Article

Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?

12 May, 2026
Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?
Article

Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

12 May, 2026
Mengapa Film Gohan Begitu Dicintai Penonton?
Article

Mengapa Film Gohan Begitu Dicintai Penonton?

12 May, 2026
Review Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”: Saat Keluarga Menjadi Penjaga Kenangan
Drama

Review Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”: Saat Keluarga Menjadi Penjaga Kenangan

12 May, 2026
Yang Lain Boleh Hilang
Article

Gala Premiere Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan Tuai Reaksi Positif di TikTok dan Instagram

10 May, 2026
Next Post
Box Office!

Film 'SORE: Istri dari Masa Depan' Gebrak Box Office! 1,3 Juta Penonton Terpesona dengan Kisah Cinta yang Mengharukan

Ejen Ali

Film Animasi Ejen Ali The Movie 2: Memukau Penonton Indonesia

Ghost Train

Review Ghost Train : Nasib Youtuber yang Ingin Kontennya Viral

Indonesia Luncurkan Choix Goncourt edisi perdana: Tiga Belas Mahasiswa dari Tujuh Universitas Jadi Bagian Dialog Sastra Global    
Article

Indonesia Luncurkan Choix Goncourt edisi perdana: Tiga Belas Mahasiswa dari Tujuh Universitas Jadi Bagian Dialog Sastra Global   

by Nuty Laraswaty
13 May, 2026
0

JAKARTA – Untuk pertama kalinya, Indonesia bergabung dengan jaringan internasional Choix Goncourt yang kini mencakup 51 negara. Sebanyak 13 mahasiswa jurusan sastra Prancis dari...

Read more

Mengapa Festival Film Australia Indonesia di Jakarta Selalu Full House?

Bisakah Festival Film Horor Bulanan Menjadikan Jakarta Ikon Perfilman?

Mengapa Film Gohan Begitu Dicintai Penonton?

Review Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”: Saat Keluarga Menjadi Penjaga Kenangan

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In