• Latest
On Becoming a Guinea Fowl

On Becoming a Guinea Fowl : Saat Akhir menjadi Awal Kehidupan

28 June, 2025
Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami

22 October, 2026
Review & Kritik Ah Girl: Ketika Sudut Pandang Anak Terasa Terlalu Dewasa

Review & Kritik Ah Girl: Ketika Sudut Pandang Anak Terasa Terlalu Dewasa

22 October, 2026
Main Belakang

Review Main Belakang: Berawal dari Lapangan Padel, Perselingkuhan Ini Malah Menyeret Dua Pasangan!

22 October, 2026
https://nutylaraswaty.com/review-beware-boiuna/

Review Beware BOIÚNA

21 October, 2026
Film Perayaan Pertama

Perayaan Pertama sebagai Film Drama Keluarga dengan Potensi Festival Sekaligus Peluang Menjangkau Penonton Bioskop Umum.

16 October, 2026
E:\Downloads\ROK Mission to ASEAN.png

Reawakened Man: Premis Menarik, tetapi Kok Terasa Familiar?

15 October, 2026
bandit

Bandit Pulang ke Indonesia Setelah Berkeliling Festival Dunia, Aku Ikut Senang sekaligus Penasaran

15 October, 2026
Review Hasut

Review Hasut: Ilya Sigma Buktikan Horor Tak Butuh Hantu untuk Membuat Penonton Ketakutan

14 October, 2026
Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

Susah Bilang “Nggak”? Film People Pleaser Ajak Gen Z Belajar Pasang Boundaries

14 October, 2026
Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?

Seperti Apa Rasanya Nonton Kuasa Gelap 2 di 4DX?

8 October, 2026
Little Blue and Little Yellow

Little Blue and Little Yellow Hadir di Indonesia, Bawa Cerita Persahabatan dan Penerimaan untuk Semua Usia

8 October, 2026
digger nuty laraswaty

Tom Cruise Tidak Berlari di Digger, Tapi Justru Itu yang Membuat Film Ini Menarik

8 October, 2026

Jakarta World Cinema 2026 Bawa Pemenang Cannes, Venice dan Berlinale Sekaligus, Ada Fjord hingga Inherit

8 October, 2026
Review Practical Magic: The Book of Magic, Sihirnya Klasik tapi Drama Keluarganya Masih Relate

Review Practical Magic: The Book of Magic, Sihirnya Klasik tapi Drama Keluarganya Masih Relate

8 October, 2026
Review Verity: Makin Dibaca, Makin Bingung Siapa yang Bohong

Review Verity 2026: Anne Hathaway dan Dakota Johnson Bikin Kita Bingung Siapa yang Sebenarnya Gila

8 October, 2026
Crawlers Bikin Saya Curiga Sama Semua Laba-Laba: Review Horor 2026 yang Jijik tapi Seru

Crawlers Bikin Saya Curiga Sama Semua Laba-Laba: Review Horor 2026 yang Jijik tapi Seru

8 October, 2026
Teaser Trailer Empat Musim Pertiwi Penuh Teka Teki

Setelah Nonton Empat Musim Pertiwi: Ketika Rumah, Keluarga, dan Indonesia Terasa Begitu Dekat

5 October, 2026
Niken di Beautiful Pain

Memilih Bersuara Saat Diminta Bungkam, Belajar Berani dari Niken di Beautiful Pain

5 October, 2026
TAZZA: THE SONG OF BEELZEBUB

Tazza 4 The Song of Beelzebub: Ketika Sahabat Jadi Musuh, Byun Yo Han dan Roh Jae Won Bertaruh Segalanya

2 October, 2026
Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

Review Film Lobang Buaya: Bukan Sekadar Horor, Ini Teka Teki yang Bikin Penonton Curiga ke Semua Orang

30 September, 2026
Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

Merah Sebelum Fajar Film Garin Nugroho Hadirkan Nicholas Saputra dan Laura Basuki di Indonesia 1946

30 September, 2026
Kuasa gelap 2

Nonton Screening Kuasa Gelap Perjanjian Darah di IMAX

29 September, 2026
Kuasa gelap 2

Kuasa Gelap 2 Pecah Rekor, Jadi Film Indonesia Pertama yang Tayang di IMAX dan 4DX

25 September, 2026
Ghost in the Cell

Gila Banget, Ghost in the Cell Kalahin Film Horor Dunia dan Juara di Amerika

24 September, 2026
Jakarta Film Week 2026

Jakarta Film Week 2026 Resmi Dibuka, Ada Premiere Film Indonesia Sampai Jalan ke Cannes

24 September, 2026
Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

Review Hasut: Horor Indonesia yang Membuktikan Suara Lebih Menyeramkan Daripada Hantu.

24 September, 2026
Acha dan Darius

Semua Orang Salfok ke Red Carpet, Tapi Plot Twist Acha dan Darius Malah Bikin Netizen Emosi

24 September, 2026
Dalam Suka dan Dusta

Jangan Baper Dulu, Couple Goals Acha Septriasa dan Darius Sinathrya Ternyata Simpan Rahasia Paling Toxic Dalam Suka dan Dusta

24 September, 2026
Putri Jangan Gentayangan Lagi

Trailer Putri Jangan Gentayangan Lagi Bikin Merinding, Tayang 5 November 2026

23 September, 2026
FFI 2026 Buka Masterclass

Gak Perlu Sekolah Film, FFI 2026 Buka Masterclass Gratis di YouTube

23 September, 2026
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Movie Review Comedy
On Becoming a Guinea Fowl

On Becoming a Guinea Fowl : Saat Akhir menjadi Awal Kehidupan

by Nuty Laraswaty
28 June, 2025
in Comedy, Drama, Movie Review
250 6
0
Share on FacebookShare on Twitter

On Becoming a Guinea Fowl

Rungano Nyoni
Merupakan sebuah film drama duka dibalut komedi satir, buah karya dari Rungano Nyoni dan diproduksi oleh A24.

Fokus cerita dari sudut pandang kehidupan Shula, seorang wanita yang menemukan jasad pamannya, Uncle Fred, di jalan pada suatu malam.

Setelah penemuan itu, Shula dan sepupunya mulai membuka rahasia keluarga yang telah lama disembunyikan.

Namun cek terlebih dahulu trailernya

Pada babak pertama,

Penonton terasa familiar dengan gaya pengambilan gambar Shula di mobil, yang mirip sekali dengan gaya pengambilan gambar adegan mobil film-film Indonesia.

Otomatis ini memberikan ruang kesamaan dan semakin menarik untuk melanjutkan menonton.

 

Momen saat Shula menemukan jasad Uncle Fred , penonton dibawa tersenyum simpul karena sisi komedi gelap pun dimulai.

Ibarat adegan pembuka, adegan kali ini menjanjikan dan membuat semakin penasaran, akan kejadian apakah yang terjadi selanjutnya.

 

 

 

Shula kembali ke rumah dan menonton acara TV yang menampilkan dua gadis yang mengadakan lokakarya untuk anak-anak muda tentang burung guinea fowl.

Meskipun hanya gambar kartun burung yang menyertai pembicaraan mereka, Shula tampaknya terobsesi dengan topik ini.

Adegan Menarik

Pengambilan gambar dalam mobil, suasanya makin terasa dekat dengan penonton dan saat adegan bersambung pada momen dimana Shula mulai menghadapi kenyataan bahwa pamannya telah melakukan pelecehan seksual terhadap beberapa wanita di keluarga.

Dapat dikatakan momen yang menggambarkan budaya dimana perempuan hampir di seluruh dunia mengalaminya.

Namun perempuan hanya diam dan secara budaya diharapkan seperti itu , sehingga apa yang dilakukan oleh Shula dan saudara sepupunya selanjutnya, dengan cepat menarik perhatian.

Ini sebuah isyu yang relate dengan penonton , sering dibaca di sosial media dan didengar dalam perbincangan yang santai maupun serius.

Kamera sangat memperhatikan detil-detil raut muka para pemainnya, dan terasa ruang kamera yang tadinya menyempit sekarang mulai agak melebar.

Babak kedua, menekankan pada proses prosesi pemakaman Uncle Fred.

Ini seakan menjadi ruang tersendiri bagi Shula dan sepupunya untuk lebih bertindak jauh lagi.

Sebuah kesempatan yang sangat jarang terjadi, namun dalam hal ini menjadi fokus penting dalam mengungkap rahasia apa lagi yang ada dan berkaitan dengan Uncle Fred.

Apakah hanya mereka saja yang menjadi korban?

Penontonpun juga dibawa untuk melihat proses pemakanam di Zambia yaitu melibatkan keluarga dan penduduk sekitar.

Dengan mayoritas penduduknya memeluk agama Kristen atau Islam, maka biasanya prosesinya mengikuti ajaran agama yang dianut.

Namun dalam film ini lebih diperhatikan proses secara sosial budayanya, sehingga ini menarik untuk terus ditonton.

Terlihat pula kesamaan persiapan proses ini menyerupai di Indonesia, dimulai dengan membersihkan dan menghias rumah duka. Berlanjut membersihkan tubuh jenazah, dan mempersiapkan barang-barang yang akan dikuburkan bersama jenazah.
Kemudian jenazah diberkati oleh pemuka agama atau pemimpin komunitas, hingga dikuburkan di pemakaman lokal, seringkali dengan ritual dan doa.

Pengambilan gambar dalam adegan-adegan ini melibatkan ruang yang sempit, dengan gambar-gambar yang memadat. Ini seolah menggambarkan kedekatan hubungan mereka dan keterikatan atau ketergantungan akan yang satu dan lain.

Penggambaran ini ditampilkan secara tepat, mengingat kabar pelecehan yang telah dilakukan oleh Fred ini tentunya akan merubah susunan kedekatan tersebut.

Apakah perubahannya sangat besar, atau pada akhirnya akan kembali seperti di awal?

Disini penonton akan menyaksikan proses “denial” dan kemudian penerimaan , keterbukaan dan akhirnya kesimpulan dari komunitas ini.

Penonton juga dimanjakan mata akan kesederhaan dan kerentanan kondisi sosial yang dialami oleh komunitas/penduduk disana.

Pengambilan gambar yang menunjukkan lingkungan yang kumuh denganruang kiotak tertutup, seolah-olah mewakilkan pendapat bahwa komunitas/penduduk ini sangat menjaga satu dengan yang lain dengan sangat ketat.

Tiada ruang bebas dalam setiap gambarnya , kamera dengan pengambilan gambar wide screen sangat sedikit , bahkan nyaris pandangan mata penonton disekap dalam kotak sempit yang suram dan memadat.

On Becoming a Guinea Fowl

Mengingat bahwa bagaimana film ini mengeksplorasi tema-tema seperti pelecehan seksual, trauma, dan kekuatan perempuan dalam menghadapi kesulitan.

Dapat dikatakan , hasil yang ingin dirasakan dan disampaikan oleh Rungano Nyoni tercapai. 

Penonton turut merasakan , dan sisi komedi yang ditampilkan seakan membalik kepada penonton , untuk mentertawakan diri sendiri. Isyu global yang terasa relate dengan kehidupan sehari-hari.

 

Karakter utama dalam film ini:

– Shula (Susan Chardy): Protagonis film yang menemukan jasad Uncle Fred dan mulai membuka rahasia keluarga.
– Nsansa (Elizabeth Chisela): Sepupu Shula yang juga menjadi korban pelecehan Uncle Fred.
– Bupe (Esther Singini): Sepupu Shula yang lain yang mencoba bunuh diri setelah mengalami pelecehan.

Pesan Film:

“On Becoming a Guinea Fowl” bukan sekadar tontonan, tapi juga ajakan untuk merenung tentang keberanian, keadilan, dan pentingnya memutus rantai luka dalam keluarga.

Film ini menunjukkan bagaimana perempuan dapat menjadi kuat dan berani dalam menghadapi kesulitan dan trauma

 

E:\Downloads\Rungano Nyoni.png

Merupakan sebuah film drama duka dibalut komedi satir, buah karya dari Rungano Nyoni dan diproduksi oleh A24.
Tags: isyu kekerasan seksualkesedihanrahasia gelap keluargareview On Becoming a Guinea FowlRungano Nyoni
Previous Post

Rangga & Cinta, Kenangan Indah Masa SMA

Next Post

Mengubah Musuh menjadi Teman : Ini Strategi dan Tips dari Film Damsel

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami
Article

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami

22 October, 2026
Review & Kritik Ah Girl: Ketika Sudut Pandang Anak Terasa Terlalu Dewasa
Drama

Review & Kritik Ah Girl: Ketika Sudut Pandang Anak Terasa Terlalu Dewasa

22 October, 2026
Main Belakang
Article

Review Main Belakang: Berawal dari Lapangan Padel, Perselingkuhan Ini Malah Menyeret Dua Pasangan!

22 October, 2026
https://nutylaraswaty.com/review-beware-boiuna/
Horror

Review Beware BOIÚNA

21 October, 2026
Film Perayaan Pertama
Movie Review

Perayaan Pertama sebagai Film Drama Keluarga dengan Potensi Festival Sekaligus Peluang Menjangkau Penonton Bioskop Umum.

16 October, 2026
E:\Downloads\ROK Mission to ASEAN.png
Movie Review

Reawakened Man: Premis Menarik, tetapi Kok Terasa Familiar?

15 October, 2026
Next Post
Mengubah Musuh menjadi Teman : Ini Strategi dan Tips dari Film Damsel

Mengubah Musuh menjadi Teman : Ini Strategi dan Tips dari Film Damsel

Saksikan Heads of State pada 2 Juli 2025 hanya di Prime Video.

5 Alasan Mengapa Heads of State Jadi Tayangan yang Wajib Ditonton di Prime Video

Komedi absurd Nuty Laraswaty

Siapakah Pemenang Komedi Absurd Ini? GJLS Ibuku Ibu Ibu atau Agen +62?

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami
Article

Borobudur Bukan Cuma Tempat Foto! Prancis dan Indonesia Siapkan Pengembangan Museum agar Sejarahnya Lebih Mudah Dipahami

by Nuty Laraswaty
22 October, 2026
0

Kerja sama Indonesia dan Prancis untuk mengembangkan Museum Borobudur membuka peluang baru bagi wisata budaya. Pengunjung diharapkan tidak hanya menikmati...

Read more

Review & Kritik Ah Girl: Ketika Sudut Pandang Anak Terasa Terlalu Dewasa

Review Main Belakang: Berawal dari Lapangan Padel, Perselingkuhan Ini Malah Menyeret Dua Pasangan!

Review Beware BOIÚNA

Perayaan Pertama sebagai Film Drama Keluarga dengan Potensi Festival Sekaligus Peluang Menjangkau Penonton Bioskop Umum.

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In