Komedi Absurd
Indonesia di kwartal 2 dan 3 ini mendapat dua film bertemakan komedi absurd, berjudul GJLS : Ibuku Ibu Ibu dan Agen +62.
Mengenai susunan logika, keteraturan penceritaan sebagaimana mestinya dalam aturan baku penyusunan dan pembuatan film, tak usah terlalu banyak dipikirkan.
Namun sebelumnya mari mengenal terlebih dahulu mengenai dua judul tersebut terlebih dahulu .
GJLS

GJLS adalah grup komedi yang telah melebarkan sayapnya ke layar lebar dengan film perdana mereka berjudul “GJLS: IBUKU IBU-IBU”.
Cast Trio GJLS:
– Rigen Rakelna
– Hifdzi Khoir
– Ananta Rispo
Aktris Aktor yang Lain:
– Nadya Arina sebagai Feni
– Luna Maya sebagai Sumi
– Aktor Senior:
– Bucek Depp sebagai Tyo
– Genre: Komedi Absurd
Sutradara: Monty Tiwa
Sinopsis:
Film ini berkisar pada kehidupan tiga bersaudara, Rigen, Hifdzi, dan Rispo, yang menghadapi masalah hidup kompleks dan harus menggagalkan rencana pernikahan ayah mereka dengan seorang wanita yang tidak mereka kenal baik.
Saat menonton film ini, sangat diutamakan agar logika dan pemahaman akan film ditekan jauh-jauh kebawah penilaian, karena sebagaimana ditekankan oleh sutradara Monty Tiwa.
“Ia sama sekali mengabaikan pakem dan aturan dalam pembuatan sebuah film, ditambahkan lagi ia sangat mempercayakan pada proses syting agar para trio GJLS mengembangkan sendiri alur adegan yang hendak ditampilkan. “
Semua adalah tergantung pada kemampuan komika mereka bertiga di lapangan . Itulah sebabnya tidak ada adegan yang sama persis adegan dan dialognya, saat take ulang.
Agen +62

Kali ini merupakan sebuah film komedi aksi Indonesia yang disutradarai oleh Dinna Jasanti dan dibintangi oleh Keanu Angelo, Rieke Diah Pitaloka, dan Cinta Laura.
Sinopsis
Film ini mengisahkan tentang petualangan dua agen rahasia bernama Dito dan Martha yang bekerja sama untuk membongkar praktik judi online yang meresahkan masyarakat.
Cast
– Keanu Angelo sebagai Dito
– Rieke Diah Pitaloka sebagai Martha (memerankan 8 karakter sekaligus)
– Cinta Laura
– Fanny Fadillah
– Totos Rasiti
– Tenno Ali
– Chandra Satria
Sutradara : Dinna Jasanti
Analisa
Kesamaan dari dua film ini, selain yang telah saya sebutkan di atas adalah memberikan ruang komedi baru di tahun ini, yang mampu menghibur penontonnya.
Hal ini terlihat dari bagaimana rekasi dan tanggapan positif yang diberikan dari mulai saat screening hingga tayang secara reguler.
Namun kali ini , nampaknya untuk urusan juara keabsurdan , masing-masing penonton yang memilih nampaknya selain menyukai para pemainnya . Juga menampilkan sisi rasa dan selera.
GJLS sudah dapat dipastikan akan menyentuh sisi penonton dengan karakteristik kurang lebih sebagai berikut ;
– Suka mencari humor dalam situasi: Mereka dapat menemukan humor dalam situasi yang tidak biasa atau tidak terduga.
– Tidak takut untuk menjadi lucu: Mereka tidak takut untuk menjadi lucu atau membuat orang lain tertawa.
– Suka mengamati dan menganalisis: Mereka suka mengamati dan menganalisis kehidupan sehari-hari untuk menemukan bahan humor.
Namun hanya sebagai batas guyonan belaka, dan membebaskan pikiran mereka dari kepenatan kegiatan sehari-hari.
Sedangkan Agen +62 , lebih menyentuh sisi penonton dengan selera misteri, adegan aksi serta kejutan terstruktur yang absurd. Mereka dapat dikatakan bisa jadi termasuk tipe penonton yang ingin memegang kendali dalam sisi alur penceritaan dengan cara yang mereka ketahui.
Sutradara dan para pemain , terlihat sekali ikut bermain dalam pakem standar perfilman yang berlaku dan berupaya memberikan yang terbaik.
Kekompakan dan susunan tata kalimat pun tertata rapih dan santun, membuat penonton yang menyukai keteraturan dan tata bahasa teratur merasa relate dengan humor yang ditampilkan.
Ini membuat dengan mudahnya , penonton memahami pesan yang berusaha disampaikan yaiyu mengenai bahayanya judi online . Pesan ini menempel secara samar, namun pasti.
Sehingga kesimpulannya , walaupun tingkat keabsurdan dalam kedua film ini sama-sama tinggi , efek pesan yang tersampaikan dengan jelas , nampaknya hanya satu dan pasti.







































