• Latest

Eksklusif interview bersama Eric Khoo & Seiko Matsuda untuk Folklore Season 2

13 November, 2021
merupakan bagian dari inisiatif Vidio dalam memperkenalkan pendekatan brand baru bertajuk "Lebih Dari Hiburan".

Inilah Tiga Pemenang Kompetisi Film Vidio 2025

3 December, 2025
Creative Asia di JAFF 2025

Creative Asia di JAFF 2025

3 December, 2025
REEL LIFE Film Camp 2025

REEL LIFE Film Camp 2025: Sukses Besar, Membuka Jalan Baru bagi Talenta Film & Fotografi Lokal

3 December, 2025
ACFFEST 2025

ACFFEST 2025 & Pariwara Antikorupsi: Film, Kreativitas, dan Integritas Jadi Senjata

2 December, 2025
Review Film Rosa Luxemburg (1986)

Review Film Rosa Luxemburg (1986) – Biografi Emosional yang Elegan, Diputar di KinoFest 2025

2 December, 2025
Fantastic Four: First Steps Review

Fantastic Four: First Steps Review

30 November, 2025
Misteri Api Abadi: Mengenal Suku Mangkwan, Fire Clan Paling Gelap di Avatar: Fire and Ash (2025)

Misteri Api Abadi: Mengenal Suku Mangkwan, Fire Clan Paling Gelap di Avatar: Fire and Ash (2025)

30 November, 2025
Review Grüße vom Mars

Review Grüße vom Mars untuk Kino Fest 2025

30 November, 2025
George R.R. Martin & HBO Siapkan 5–6 Proyek Baru (Prekuel & Sekuel)

Game of Thrones Belum Tamat: George R.R. Martin & HBO Siapkan 5–6 Proyek Baru (Prekuel & Sekuel)

30 November, 2025
film VMS

Film-film VMS Tahun Ini

30 November, 2025
MAGMA Entertainment Buka Hari Pertama JAFF Market 2025 dengan “Future Slate Unveiling”

MAGMA Entertainment Buka Hari Pertama JAFF Market 2025 dengan “Future Slate Unveiling”

30 November, 2025
Review Wildcat (2025): Kate Beckinsale, Ibu Seru yang Bawa Hati, Aksi, dan Humor

Review Wildcat (2025): Kate Beckinsale, Ibu Seru yang Bawa Hati, Aksi, dan Humor

30 November, 2025
Review Wasiat Warisan Nuty Laraswaty

Review Wasiat Warisan

27 November, 2025
Review “Linda Linda Linda”

Review “Linda Linda Linda”

26 November, 2025
Review Köln 75 (Film Pembuka KinoFest 2025)

Review Köln 75 (Film Pembuka KinoFest 2025)

26 November, 2025
KinoFest 2025

KinoFest 2025

26 November, 2025
diprediksi menjadi bab paling matang dalam perjalanan Raditya Dika sebagai stand-up comedian.

“Cerita Anehku” Raditya Dika

26 November, 2025
Spotlight From the East – Festival Film Antikorupsi 2025

Spotlight From the East – Festival Film Antikorupsi 2025

25 November, 2025
Analisis Simbolisme Para Keeper di Film Keeper (2025)

Analisis Simbolisme Para Keeper di Film Keeper (2025)

25 November, 2025
Ghost in the shell

Review Ghost in the Shell (1995)

22 November, 2025
13 Days and 13 Nights

Review “13 Days and 13 Nights” – Thriller Nyata yang Ngena Banget di Emosi

22 November, 2025
Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi — Hanung Bramantyo Comeback

Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi — Hanung Bramantyo Comeback

22 November, 2025
Medan Film Festival (MFF)

Menyimak Medan Film Festival (MFF) Vol. 3 2025

22 November, 2025
The Voice of Hind Rajab Nuty Laraswaty

The Voice of Hind Rajab: Ketika Kamera Tak Berkutik di Hadapan Suara Kecil yang Tersesat di Tengah Perang

22 November, 2025
Seven Samurai Tayang di Japanese Film Festival 2025: Klasik yang Tetap Mengguncang Generasi Baru

Seven Samurai Tayang di Japanese Film Festival 2025: Klasik yang Tetap Mengguncang Generasi Baru

22 November, 2025
Setelah Jakarta, Japanese Film Festival 2025 Mampir ke Kota Bandung dan Padang!

Setelah Jakarta, Japanese Film Festival 2025 Mampir ke Kota Bandung dan Padang!

21 November, 2025
Agak Laen 2

“Agak Laen 2”: Humor Makin Nekat, Emosi Makin Kuat

21 November, 2025
Reza Rahadian dan Perjalanan Emosional di Balik Pangku

Reza Rahadian dan Perjalanan Emosional di Balik Pangku

21 November, 2025
Film Sampai Titik Terakhirmu dan Resonansi Emosinya di Penonton

Film Sampai Titik Terakhirmu dan Resonansi Emosinya di Penonton

21 November, 2025
Now you See Me

Review Now You See Me: Now You Don’t (2025)

13 November, 2025
Laraswaty
  • Movie Review
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner
No Result
View All Result
Laraswaty
No Result
View All Result
Advertisement Banner
ADVERTISEMENT
Home Interview

Eksklusif interview bersama Eric Khoo & Seiko Matsuda untuk Folklore Season 2

by Nuty Laraswaty
13 November, 2021
in Interview
247 6
0
Share on FacebookShare on Twitter

Eric Khoo merupakan Showrunner untuk seluruh episode serial Folklore Season 2 ini , sedangkan Seiko Matsuda merupakan sutradara untuk episode Jepang.

Eric Khoo Folklore
Eric Khoo

 

 

Seiko Matsuda
Seiko Matsuda Folklore

Produksi serial tujuh episode berdurasi satu jam akan tayang di tujuh negara Asia dengan arahan sutradara setempat.

Penonton akan menemukan pada Folklore Season 2 ini,  perpaduan antologi film antara para pekerja film yang telah mapan dan pendatang baru, masing-masing dengan sensibilitas berbeda, termasuk dua sutradara perempuan dari negara tersebut.

Folklore Season 2

 

Terkait akan hal ini, berikut adalah rangkumannya

Q:  Bisa diceritakan mengenai Folklore Season 2 ini dan kaitannya dengan film pertama Seiko Matsuda?

Eric Khoo : Saya senang semua episode telah selesai.

Saya berada di Jepang mempromosikan sebuah film. Saat itulah saya kemudian bertemu Seiko dan ia menceritakan mengenai pengalaman pribadinya, dan juga keinginannya untuk dapat membuat sebuah film lalu aku menawarkan agar ia menyutradarai film horor dalam rangkaian Folklore Season 2 ini dan yang sangat menyenangkan buatku adalah saat Seiko mengiyakannya. Ia punya teman hantu.

Bekerja sama dengan Seiko menyenangkan, ia kreatif dan memiliki banyak ide cerita, ia juga punya rasa sensitif akan karakter-karakter yang akan memerankannya. Ia sendiri yang mengerjakan semuanya, dari memilih pemain, mengerjakan musiknya , tampilan dalam film.

Untuk Folklore Season 2 ini , saya melihat film Billy Christian dan saya menyukainya, itulah sebabnya saya mengajaknya terlibat dan sangat menyenangkan filmnya tergabung dalam antologi ini

Bisa diceritakan awal keterlibatan dengan genre horor?

Eric Khoo :

Saat msh kecil , saya diberikan tontonan horor oleh Ibu saya. Memang beliau amat senang akan genre ini. Saat dewasa saya mulai melihat dari sudut teknis sinematika .Saya melihat akan banyak cara untuk menyampaikan horor dalam format tertentu.

Sebagai show runner dalam season 2 ini , maka penonton akan menemukan tema dari masing-masing sutradara, dimana setiap episode benar-benar berdiri sendiri. Akan ada banyak cerita  dalam antologi ini, ada yang mengenai horor murni, ada mengenai ritual , ada mengenai kerasukan, kutukan dan lain-lain . Juga akan ada banyak adegan emosinalnya .

Ekspektasi saya dari season 2 ini adalah  ingin menakuti banyak orang dan dan kemudian tentunya berlanjut ke season 3.  Saya melihat bahwa banyak orang yang menyukai horor dan dari 7 episode telah kami rencanakan, saya langsung melihat  masing-masing  sutradara yang akan mengerjakan tiap episdoe secara spesifik

 

Q: Mengapa memilih genre horor sebagai film pertamamu?

Seiko Matsuda : Saya sendiri juga terkejut, dan ya inilah dimulai dari obrolan santai mengenai cerita mengerikan yang pernah dialami , lalu satu tahun kemudian Eric mengajak bertemu serta juga menanyakan apakah aku ingin menyutradarai film sendiri. Lalu aku diminta menulis, dan mulai bertukar pikiran dengan Eric…semua dimulai dari itu.

Tapi ceritaku lebih dari sekadar horor.  Ceritaku berdasarkan cerita nyata dari asistenku yang kebetulan dapat melihat hantu, dan ia mengatakan setiap kali aku tampil di depan publik ia melihat hantu tersebut.Aku melihat setiap negara punya cerita mengenai hantu dan aku ingin sekali mendalami hal ini, karena itulah aku sangat senang terlibat

Q : Bisa diceritakan hal yang menyenangkan dan tantangan saat menyutradarai?

Seiko Matsuda :

Mengenai tantangan , saat membuat alur cerita untuk semua orang,biasanya kan aka menyanyi utk diriku sendiri.

(Red: Seiko adalah penyanyi terkenal di Jepang, dan ini adalah pengalaman pertamanya dalam menyutradarai dan menulis film)

Mengenai hal yang menyenangkan adalah proses pembuatannya dari saat menulis hingga syuting. Semua yang terlibat disini sangat luar biasa, mereka memberikan support sangat sangat banyak kepada ku

Pada akhir cerita , aku  bisa melihat dan merasakan adegan itu melibatkan perasaan dan emosi banyak orang yang terlibat . Pada proses pembuatan musik untuk film adalah saat membaca skrip, lalu membayangkan adegan demi adegan yang akan terjadi nanti saat proses syuting

Q: Apakah ada pesan tertentu dari ceritamu?

Seiko Matsuda : “Everything is love for humanity”.  Aku ingin mengekspresikan semua cinta, banyak ragamnya. Ada cinta  antara anak dan ibunya, perempuan dan laki-laki. Sangat banyak.

Ciri khas budaya Jepang dalam ceritaku adalah bagaimana cara orang jepang yang sangat punya tradisi yang khas menyampaikan perasaan cintanya. Semua hal inilah  yang terekspresikan pada film ini

 

 

Folklore season 2

Baca juga :Panduan Folklore Season Kedua Yang Tayang 14 November

Tags: Billy ChristianEric KhooFolklore Season 2Seiko Matsuda
Previous Post

Bedah Karier Jang Ki Yong, Bintang Now We Are Breaking Up

Next Post

Yang kamu dapatkan dari Disney+ Hotstar Day (Konten Disney)

Nuty Laraswaty

Nuty Laraswaty

Related Posts

diprediksi menjadi bab paling matang dalam perjalanan Raditya Dika sebagai stand-up comedian.
Article

“Cerita Anehku” Raditya Dika

26 November, 2025
Reza Rahadian dan Perjalanan Emosional di Balik Pangku
Article

Reza Rahadian dan Perjalanan Emosional di Balik Pangku

21 November, 2025
Cast Film Pangku
Article

Interview Cast Film Pangku

29 October, 2025
Pangku Reza Rahadian
Drama

Ngopi Dulu, Bahas Pangku Nanti Bersama Reza Rahadian

28 October, 2025
sallum ratu tumbal
Article

Jejak Langkah Sallum Ratu (Pemeran Ella) dalam Tumbal Darah

21 October, 2025
Sampai Titik Akhir
Article

“Sampai Titik Terakhirmu” Siap Bikin Hati Meleleh

11 October, 2025
Next Post

Yang kamu dapatkan dari Disney+ Hotstar Day (Konten Disney)

Yang kamu dapatkan dari Disney+ Hotstar Day (Konten Pixar)

Yang kamu dapatkan dari Disney+ Hotstar Day (Konten Marvel)

merupakan bagian dari inisiatif Vidio dalam memperkenalkan pendekatan brand baru bertajuk "Lebih Dari Hiburan".
Article

Inilah Tiga Pemenang Kompetisi Film Vidio 2025

by Nuty Laraswaty
3 December, 2025
0

Film Vidio 2025 Vidio secara resmi mengumumkan tiga pemenang Kompetisi Film Vidio  dalam acara Public Lecture "Special Vidio Talks: Film Pendek: Laboratorium...

Read more

Creative Asia di JAFF 2025

REEL LIFE Film Camp 2025: Sukses Besar, Membuka Jalan Baru bagi Talenta Film & Fotografi Lokal

ACFFEST 2025 & Pariwara Antikorupsi: Film, Kreativitas, dan Integritas Jadi Senjata

Review Film Rosa Luxemburg (1986) – Biografi Emosional yang Elegan, Diputar di KinoFest 2025

Laraswaty

Copyright@2025

  • About
  • Contact
  • Privacy Policy

No Result
View All Result
  • Movie Review
    • Action
    • Comedy
    • Drama
    • Superhero
    • Sci-fi
  • Press Release
  • Interview
  • Prize Winner

Copyright@2025

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In