Dogtooth – 2009
Jika membicarakan sebuah film dengan tatanan yang berbeda atau absurd dari negara di luar Indonesia.
Tentunya jangan melupakan karya sutradara Yorgos Lanthimos , yang karya-karyanya telah disebutkan selalu menekankan pada sudut pandang yang berbeda dan absurd.
Menonton film ini sebenarnya menyenangkan, karena keindahan gambar memenuhi tuntutan sinematographi untuk film.
Tajam, indah, masing-masing menceritakan sesuatu dan manusiawi.
Namun alur ceritanya mampu membuat penonton terkaget-kaget , namun jika telah usai dan memahami yang hendak disampaikan.
Maka sebenarnya , terasa sekali unsur kejujuran dari kisah yang disampaikan.
Sinopsis singkat Dogtooth
Sebuah keluarga sekilas terlihat sempurna , namun ternyata di balik semua itu, tersimpan sesuatu perilaku yang ganjil dan “tak masuk akal”
Tiga anak dalam keluarga ini tidak banyak keluar dari rumah mereka. Ayah dan Ibunya pun terlihat harmonis
Review Film
Pernahkan mendengar sebuah ungkapan bahwa sebenarnya negara itu merupakan keluarga?
Nah, menonton film ini, seakan ungkapan itu diterapkan melalui skala mini yaitu keluarga terdiri dari Ayah, Ibu dan tiga anaknya.
Ayahnya menerapkan sistem patriaki dengan metoda pelaksanaan kegiatan semata-mata dengan unsur diktaktor.
Dapat dikatakan ucapannya , persetujuannya merupakan undang-undang yang berlaku.
Ini harus ditaati oleh semuanya tanpa kecuali, serta ia pun dapat berbuat semaunya, karena ialah yang paling benar.
Maka alur kisahpun tentunya menampilkan bagaimana tiga anak-anak itu , tumbuh tetap dengan pikiran anak-anak di bawah lima tahun, yang menunggu / meminta persetujuan.
Walaupun sudah dewasa, pikiran mereka terbelenggu, dan setiap tindak tanduk harus mengikuti kemauan sang penguasa, Ayah mereka.
Norma sosial dan tatanan sosial yang berlaku?
Jangan harap sama dengan tatanan sosial di luar lingkungan mereka.
Begitu takutnya mereka melanggar, digambarkan dengan jujur, saat mainan pesawat terbang mereka ke luar lapangan pagar rumah, tidak ada yang berani untuk keluar dan mengambil.
Kemudian mereka pun harus bertingkah laku seperti anjing , mengonggong dan tak boleh menyentuh aspal atau apapun di luar rumah.
Pelanggaran akan diberikan sanksi berat.
Peraturan mengenai hubungan seksual juga diatur dengan ketat , terjadwal dan kembali lagi absurd.
“Soon your mother will give birth to two children and a dog,” – Father
Metoda pernikahan, pembicaraan mengenai kelahiran anak, dihadirkan untuk ketiga anak remaja ini , laksana mereka masih berusia dibawah lima tahun.
Serta terlihat sekali akan sistem patriakinya.

Namun jika ke absurdan ini dilihat dalam konteks cerminan negara diktaktor, maka tentunya para penonton yang memahami. Serta merta dengan mudah mengingat negara-negara di dunia yang melakukan hal ini.
Kejujuran inilah yang menyentil dan memberikan renungan yang dalam, bagi penonton yang memahami esensinya.
Akhir cerita diberikan kepada penonton untuk memutuskan sendiri , apakah mau berakhir bahagia atau menyedihkan.
Ini adalah momen saat anak perempuan yang paling tua, melakukan pemberontakan dan melarikan diri.
Penonton disini dipersilahkan, untuk memilih sendiri dalam imajinasi masing-masing, akhir kisahnya.
Mengenai Film
Disutradarai oleh Yorgos Lanthimos;
Diproduksi oleh Iraklis Mavroidis, Athina Rachel Tsangari, Yorgos Tsourianis;
Ditulis oleh Yorgos Lanthimos, Efthymis Filippou;
Dibintangi Christos Stergioglou, Michelle Valley, Aggelli Papoulia, Mary Tsoni, Christos Passalis;
Sinematografi Thimios Bakatatakis;
Disunting oleh Yorgos Mavropsaridis;
Perusahaan produksi Boo Productions;
Didistribusikan oleh Feelgood Entertainment;
Tanggal Rilis 18 Mei 2009 (Cannes), 11 November 2009 (Yuntry Greece; Bahasa Yunani








































