Crime 101 menjadi salah satu yang paling dicari penggemar film crime thriller tahun ini.
Film berdurasi 2 jam 20 menit ini diadaptasi dari novella karya Don Winslow, penulis spesialis kisah kriminal yang terkenal dengan cerita-cerita intens dan realistis.
Disutradarai sekaligus ditulis oleh Bart Layton, Crime 101 menghadirkan dua aktor besar Hollywood, Chris Hemsworth dan Mark Ruffalo, dalam peran yang sangat berbeda dari citra pahlawan super yang selama ini melekat pada keduanya.
Diproduksi oleh Metro-Goldwyn-Mayer Studios dan didistribusikan oleh Sony Pictures Releasing, film ini menawarkan pendekatan yang lebih emosional dibanding sekadar aksi penuh adrenalin.
Berikut ini trailernya
Sinopsis Crime 101: Pencuri dengan Prinsip
Dalam Crime 101, Chris Hemsworth memerankan Mike alias James Davis, seorang pencuri perhiasan profesional yang beroperasi di sepanjang U.S. Route 101. Ia dikenal cerdas dan terstruktur, bahkan memiliki pola tersendiri dalam menjalankan aksinya. Ini yang kemudian melahirkan istilah āCrime 101ā.
Menariknya, Mike bukan digambarkan sebagai penjahat kejam. Ia memiliki prinsip: tidak melukai korban dan menghindari kekerasan sebisa mungkin. Karakter ini membuatnya lebih terasa sebagai anti-hero daripada antagonis murni.
Di sisi lain, Mark Ruffalo berperan sebagai Detektif Lou Lubesnick, sosok polisi idealis yang gigih mengejar kebenaran. Lou digambarkan sebagai aparat yang jujur namun terjebak dalam dinamika pribadi yang rumit.
Pertemuan dua karakter ini menjadi inti konflik film, jadi alur kisahnya bukan hanya tentang kejar-kejaran hukum, tetapi juga tentang moralitas dan pilihan hidup.
Pencuri dengan Prinsip
Review Film
Salah satu kekuatan terbesar Crime 101 adalah cara Bart Layton membangun empati terhadap karakter Mike. Latar belakang masa kecil yang keras dan trauma mendalam membentuk prinsip hidupnya.
Alih-alih menghadirkan kilas balik dramatis, film ini memilih menjelaskan banyak hal melalui dialog. Pendekatan ini membuat cerita terasa lebih tenang, bahkan minimalis, tetapi tetap menyampaikan maksudnya dengan jelas.
Penonton justru lebih mudah merasa simpati terhadap Mike dibanding membencinya. Inilah sisi unik film, membuat rasa empati hadir dari sosok yang secara hukum adalah penjahat.
Sebagai film dengan genre crime thriller, heist, dan action, ekspektasi terhadap adegan penuh adrenalin tentu tinggi. Namun Crime 101 mengambil jalur amatĀ berbeda dan menariknya ini sanggup membuat penonton penasaran.
Aksi tetap ada, tetapi bukan menjadi fokus utama. Bart Layton tampak lebih ingin menekankan sisi psikologis dan hubungan antar karakter dibandingkan dengan adegan penuh aksi atau kejar-kejaran intens.
Kemunculan karakter Ormon yang diperankan Barry Keoghan menghadirkan energi berbeda. Ia digambarkan lebih agresif dan tak terkontrol, tentunya ini merupakanĀ karakter yang bertolak belakang dengan karakter Mike yang tenang. Sayangnya, screen time karakter ini terasa cukup terbatas, padahal ini merupakan golden scene.
Film ini terasa lebih sebagai drama kriminal ketimbang thriller aksi murni. Detail hubungan antar karakter seperti Sharon (Halle Berry) dan Detektif Lou Lubesnick diberi ruang cukup panjang.
Banyak perubahan prinsip karakter disampaikan lewat dialog tanpa adegan penjelas tambahan. Pendekatan ini bisa terasa to the point bagi sebagian penonton, namun bagi penggemar thriller penuh twist mungkin terasa kurang mengejutkan.
Plot twist tetap ada, terutama menjelang akhir film, tetapi tidak disajikan dengan sensasi besar. Alurnya relatif mudah ditebak, meski tetap menarik untuk diikuti.
Kesimpulan review
Secara keseluruhan, Crime 101 bukan sekadar film kejahatan biasa. Ia menawarkan sensasi berbeda, ini merupakan alur cerita yang munculĀ dari kedalaman karakter dan empati yang terbangun perlahan.
Bagi penonton yang mencari film crime thriller dengan pendekatan lebih emosional dan karakter-driven, Crime 101 layak ditonton. Namun bagi penggemar aksi intens penuh kejutan, ekspektasi mungkin perlu sedikit disesuaikan.
Film ini membuktikan bahwa kisah kriminal tidak selalu harus tentang siapa yang menang atau kalah, tetapi tentang pilihan moral dan sisi kemanusiaan yang tersembunyi di balik tindakan ilegal.
Rekomendasi bagi penggemar cerita dengan tema heist





































