Film “Sahabat Anak” mengisahkan perjalanan hidup inspiratif Kak Seto, seorang psikolog anak dan Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), yang konsisten berjuang demi hak anak-anak selama lebih dari 55 tahun.
*Sinopsis:*
Film ini menceritakan kisah pengabdian Kak Seto sejak tahun 1970 hingga 2025 dalam dunia anak-anak, termasuk pengalaman membuat sekolah ramah anak dan kampanye pendidikan nonformal seperti homeschooling. Dengan pendekatan flashback, film ini menggambarkan perjalanan hidup Kak Seto dari masa lalu hingga masa kini ¹.
*Pemain:*
– Lutesha, bintang papan atas yang identik dengan film action, thriller, dan horor, namun kali ini menunjukkan kemampuan aktingnya dalam film drama.
– Karina Icha, pemain yang juga bekerja sama dengan sutradara Irham Acho di film “Lintrik”.
– 100 pemain anak dari berbagai kota di Indonesia, termasuk Kendari, yang mengikuti proses audisi.
*Produksi:*
– Disutradarai oleh Irham Acho Bahtiar
– Diproduksi oleh Heart Pictures dan Rumah Semut Films
– Penulisan skenario dipimpin oleh Yan Widjaja, wartawan senior yang juga ikut berakting dalam film ini
– Proses syuting dilakukan di beberapa lokasi, termasuk rumah tua Kak Seto di Ciawi, Kota Tua Jakarta, dan Blok M dengan atmosfer jadul
*Rilis:*
– Film “Sahabat Anak” rencananya akan tayang di bioskop sekitar bulan November 2025, bertepatan dengan Hari Anak Sedunia ¹.
Dari berbagai sumber, juga didapatkan informasi bahwa sutradara Acho menerangkan, orang seperti Kak Seto memang harus diabadikan dalam bingkai sejarah. Apalagi, sebagai tokoh yang akrab dengan dunia anak pengganti sang legenda Pak Kasur, tak ada lagi nama yang setara menggantikan Kak Seto.”Ya, harus difilmkan, maka dibuatlah kisah ini sebagai sosok penerus Pak Kasur,” terangnya.
Acho mengeksekusi skenario yang ditulis dalam tim dengan ketua Yan Widjaja, wartawan senior yang juga ikut berakting dalam proyek ini.
Surat cinta buat anak-anak Indonesia ini akan mengupas pengalaman hidup Kak Seto. Bagaimana sepanjang 55 tahun pria bernama asli Seto Mulyadi ini selalu konsisten berjuang demi hak anak-anak dan dieksekusi secara flashback antara masa lalu dan jaman now.







































