Film Siapa Dia
Film ini dibagi menjadi lima babak yang masing-masing menampilkan kisah cinta leluhur Layar dengan nuansa musikal khas zamannya:
- Prolog: Saat Layar menemukan koper berisi surat cinta dari leluhurnya.
- Babak 1 (Masa Kolonial): Buyut Layar jatuh cinta di tengah pertunjukan Lutung Kasarung—film gambar hidup pertama Hindia Belanda. Lagu utama: Nurlela.
- Babak 2 (Masa Pendudukan Jepang): Kakek Layar bersua dengan Mui, pejuang perempuan Tionghoa, dan Maria, anggota Palang Merah. Lagu utama: Kopral Jono.
- Babak 3 (Orde Baru): Ayah Layar merajut kisah cinta dengan Sari, anak jalanan yang menggugat kekuasaan, dan Indah, gadis persewaan komik. Lagu utama: Anak Jalanan.
- Epilog: Layar akhirnya menuntaskan film musikal yang ia impikan.
Setiap babak tidak hanya menuturkan kisah cinta melodrama, tetapi juga merekam denyut sejarah sinema Indonesia:
- dari komedi Stamboel dan gambar hidup kolonial,
- propaganda Jepang, sinema Orde Baru yang terhimpit sensor,
- hingga era digital hari ini.
Kisah dalam Koper, Cinta dalam Sejarah
Siapa Dia berpusat pada Layar (Nicholas Saputra), seorang sutradara muda yang tengah mencari inspirasi untuk membuat film musikal.
Saat pulang ke rumah buyutnya di sebuah kota kecil, Layar menemukan koper berisi surat dan catatan harian cinta dari buyut, kakek, dan ayahnya.
Bersama tim kecilnya, Denok (Widi Mulia) dan Rintik (Amanda Rawles), Layar mencoba menghidupkan kisah-kisah cinta tersebut ke layar lebar.
Namun, proses kreatif itu menjelma menjadi perjalanan magis
Layar larut ke dalam kehidupan para leluhurnya, dari era kolonial, masa perebutan kemerdekaan, hingga represi Orde Baru, masing-masing dengan melodrama cinta, nyanyian, dan tarian.
Pada akhirnya, sejarah sinema Indonesia menjadi latar bagi untaian kisah cinta lintas generasi, hingga akhirnya Layar menemukan cintanya sendiri di masa kini.





































